- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
- Bupati Majalengka Ajak Ribuan Bobotoh Doakan Persib Juara Piala Presiden 2026
Bupati Mengajak Warga Majalengka, Hari Jadi 11 Februari Ramaikan dengan Prinsip Sederhana

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman dan Wakil Bupati Majalengka Dena M Ramdhan
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Hari Jadi (Harjad) Kabupaten Majalengka ke- 186 akan dilaksanakan nanti pada tanggal 11 Februari 2026, perdana di tahun ini. Pergantian tanggal, bulan dan usia tersebut sejak di tetapkan Peraturan Daerah (Perda) dan baru di sahkan pada Desember 2025.
Dari itu, pemerintah menghimbau kepada warga masyarakat dalam pelaksanaanya mengedepankan prinsip sederhana, efektif dan efisien.
Hal tersebut disampaikan Bupati Majalengka H. Eman Suherman usai memimpin Rapat Persiapan Hari Jadi Kabupaten Majalengka di Gedung Yudha Karya, Pemda Majalengka. Kamis, (22/01/2026).
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
"Pergantian ini resmi diubah menjadi 11 Februari berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) dan baru yang disahkan pada Desember 2025, menggantikan tanggal lama 7 Juni yang diatur dalam perda tahun 1982. Penetapan yang baru ini menjadi landasan untuk peringatan hari jadi di tahun-tahun berikutnya," kata, bupati. Jumat, (23/01/2026).
Dijelaskan, dasar perubahan ini berdasarkan kajian akademik dan historis yang komprehensif menemukan tanggal 7 Juni (berdasarkan cerita dongeng) kurang kuat dasarnya.
"Sementara, penentuan tanggal 11 Februari merujuk pada dokumen Besluit Gubernur Jenderal Hindia Belanda No.2 Tahun 1840 tentang pemindahan pusat pemerintahan ke Majalengka, menjadikannya lebih ilmiah dan yuridis," jelasnya.
Bupati menambahkan, peringatan ini akan dilaksanakan perdana di tanggal 11 Februari 2026 dengan usia yang ke-186 tahun. Adapun tema yang diusung, "Menapak Sejarah Bangun Kolaborasi dan Inovasi menuju Majalengka Langkung Sae".
Menurutnya, ini tidak semata-mata diukur dari besarnya acara, melainkan dari tingginya keterlibatan masyarakat dalam setiap rangkaian kegiatan agar dapat ikut berpartisipasi menyemarakan di pelaksanaannya nanti.
"Meriah adalah hadirnya masyarakat, mengetahui perubahan pelaksanaan untuk ikut serta mendukung seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka," pinta, bupati.
Diakhir ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan tetap harus dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan, tanpa mengurangi makna peringatan Hari Jadi itu sendiri.
"Hari Jadi Kabupaten Majalengka tahun ini berlandaskan pada fakta sejarah yang telah melalui kajian akademis, empiris yang berdasar dari catatan sejarah. Maka di tetapkan tanggal 11 Februari dihitung saat berdirinya Kabupaten Majalengka tahun 1840, masa bupati pertama Kabupaten Majalengka yaitu RAA Kertadiningrat," tutupnya.
Dari keterangan disebutkan bahwa rangkaian kegiatan nanti sebelum hari pelaksanaan diawali doa bersama di makam Bupati pertama di Komplek Makam Girilawungan, berziarah ke Makam Pangeran Muhamad dan Mbah Badori. ** (Agit)












1.jpg)




