- Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Fraksi DPRD Mulai Bedah RAPBD Barito Utara 2027, Arah Anggaran Jadi Sorotan
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
Bupati Blitar : Masyarakat Penyandang dan Ex ODGJ, Butuh Perhatian Besar dari Pemkab

Keterangan Gambar : Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah saat membuka Sosialisasi Dan Pemberian Bimbingan Sosial Kepada Keluarga (PMKS
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa ternyata cukup banyak, tercatat pada Dinas Sosial Kabupaten Blitar sedikitnya ada 2.127 jiwa, tercatat hingga bulan Juni 2022, agar mereka bisa bermasyarakat dengan baik maka butuh sentuhan dan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Blitar, hal ini disampaikan oleh Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah saat membuka Sosialisasi Dan Pemberian Bimbingan Sosial Kepada Keluarga (PMKS). Kegiatan berlangsung di Balai Desa Bacem Kecamatan Ponggok, Kamis (27/10/22) yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Blitar.
Bupati Blitar Rini Syarifah saat membuka acara Bimsos PMKS menyebutkan, kegiatan sosialisasi ini adalah bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Blitar dalam memberikan support lepada masyarakat yang mengalami gangguan mental.

Baca Lainnya :
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
"Kegiatan ini adalah salah satu upaya paling tepat dalam memaksimalkan langkah-langkah preventif, guna menghindari gangguan mental," ujar Syarifah.
Syarifah lebih lanjut menjelaskan, beberapa persoalan terkait kesehatan jiwa, yaitu kuatnya stigma negatif terhadap orang-orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), sehingga masih ditemukannya kasus bunuh diri, faktor sosial ekonomi juga sangat rentan mempengaruhi physikologis seseorang, sehingga hal ini yang perlu mendapat perhatian khusus.

"Saya sangat mengapresiasi peran serta kepedulian semua pihak, para relawan, tenaga Kesehatan, yang berempati terhadap saudara kita penyandang kesehatan mental menjadi skala prioritas proyeksi pembangunan inklusif Pemkab Blitar memperhatikan nasib ODGJ," tandasnya
Selain itu juga dibutuhkan perhatian khusus seperti akses pelayanan publik, menghilangkan stigma negatif dan penerimaan sosial yang tidak bisa dilakukan hanya oleh satu pihak saja.
Dilain sisi Bambang Dwi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Blitar, menyampaikan, sosialisasi sangat diperlukan oleh keluarga ex ODGJ dari Dinsos dan Dinkes, mengingat jumlah penyandang ODGJ cukup banyak di Kabupaten Blitar, dan Pemerintah harus hadir.
"Semoga upaya kami dengan rehabilitasi terhadap keluarga ex ODGJ, rehabilitasi physikososial, dan kesehatan bisa lebih membantu masyarakat.(za/mp)


.jpg)
.jpg)

1.jpg)










