- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Gulkarmat Jakut Gencarkan Edukasi Cegah Kebakaran di Tengah Perayaan HUT ke-81 RI
- Lomba Kreasi Layang - Layang Ajarkan Generasi Muda Produktif dan Lebih Berkegiatan Positif
- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
August Hamonangan: Warga Lenteng Agung Minta Tempat Relokasi Pasar Burung Barito Diprioritaskan untuk Pedagang Lokal

Keterangan Gambar : Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta -Polemik seputar relokasi pedagang Pasar Burung Barito yang ikonik di Taman Langsat, Jakarta Selatan (Jaksel), memasuki babak berikutnya dengan dimulainya pembangunan lokasi pengganti di kawasan Lenteng Agung.
Setelah mengawal isu ini dengan mendukung para pedagang Pasar Burung Barito yang ingin tetap tinggal, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan, mengungkapkan bahwa warga di sekitar Lenteng Agung berharap tempat berdagang barunya diprioritaskan bagi pedagang-pedagang setempat.
“Ketika saya blusukan ke RW.07 Lenteng Agung di dekat Sentra Fauna sebagai tempat pengganti bagi pedagang-pedagang Pasar Burung Barito, warga setempat rata-rata menyampaikan aspirasi bahwa lokasi tersebut harusnya diperuntukkan bagi pedagang-pedagang yang sudah ada di sana sebelumnya,” katanya.
August menilai bahwa langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam merelokasi pedagang-pedagang dari Pasar Burung Barito itu tergesa-gesa, sehingga menimbulkan permasalahan-permasalahan baru yang menjadikan isunya semakin rumit, alih-alih terselesaikan.
“Semakin ke sini, semakin bisa dilihat bahwasanya Pemprov DKI terburu-buru dalam mengambil keputusan yang harusnya dipikirkan secara matang-matang. Bukannya menyelesaikan permasalahan yang ada, pembangunan lokasi pengganti untuk para pedagang di kawasan Lenteng Agung malah menimbulkan permasalahan baru,” sambungnya.
August kembali meminta agar Pemprov DKI Jakarta tidak memaksakan rencana pemindahan para pedagang Pasar Burung Barito ke lokasi baru di Lenteng Agung.
“Sekali lagi kami memohon kepada Pemprov DKI agar tidak memaksakan keinginannya untuk memindahkan para pedagang dari Pasar Burung Barito. Lebih baik, para pedagang dipertahankan saja di tempat yang lama,” tegasnya.
“Kita juga jangan lupa bahwa Pasar Burung Barito ini sejatinya merupakan ikon bagi Jaksel. Selama 45 tahun lebih, tempat ini dikenal oleh konsumen baik lokal maupun mancanegara. Sangat disayangkan apabila ikon tersebut ‘dibumihanguskan’ hanya karena adanya proyek Taman Bendera Pusaka,” terusnya.
Sekalipun rencana pembangunan Taman Bendera Pusaka di lokasi Taman Langsat yang menjadi alasan relokasi pedagang-pedagang dari Pasar Barito akhirnya tetap dilanjutkan, August mendesak agar Pemprov DKI Jakarta memasukkan para pedagang beserta kiosk-kiosknya ke dalam proses tersebut.
“Apabila pembangunan Taman Bendera Pusaka akhirnya tetap dilanjutkan, maka kami berharap agar pedagang-pedagang di Pasar Burung Barito juga diakomodasi. Harusnya, tetap ada sudut dalam taman yang asri itu untuk menjadi tempat berjualan bagi para pedagang nantinya,” lanjutnya.
“Jangan sampai pembangunan ini malah menyingkirkan para pedagang dan tidak mempertimbangkan aspek-aspek kemanusiaan, terutama di tengah-tengah kesulitan ekonomi yang dengan sendirinya itu sudah membuat sulit para pedagang untuk berjualan,” tutupnya.




.jpg)












