- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Menkop: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, MES Siap Perkuat Sinergi Dengan OJK
- Kasrem 052/Wkr Pimpin Acara Laporan Korps 16 Prajurit Naik Pangkat
- DPRD Apresiasi Gerak Cepat PUPR, Namun Soroti Kualitas
- Halal bi Halal Disdik Majalengka Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Sisipkan Gerakan Kepedulian Pelajar
- Ditreskrimsus Polda Metro Bongkar Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu di Bogor
- BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas
- Stabilitas BBM Jadi Prioritas, Wabup Felix Dorong MBSM Maksimal Layani Warga
- Majalengka Ngebut! Groundbreaking KIEM Buka Jalan Ribuan Lapangan Kerja
- Layanan Kesehatan Gratis untuk Nasabah, Pemkab Barito Utara Gandeng BPD Kalteng
August Hamonangan: Warga Lenteng Agung Minta Tempat Relokasi Pasar Burung Barito Diprioritaskan untuk Pedagang Lokal

Keterangan Gambar : Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta -Polemik seputar relokasi pedagang Pasar Burung Barito yang ikonik di Taman Langsat, Jakarta Selatan (Jaksel), memasuki babak berikutnya dengan dimulainya pembangunan lokasi pengganti di kawasan Lenteng Agung.
Setelah mengawal isu ini dengan mendukung para pedagang Pasar Burung Barito yang ingin tetap tinggal, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta sekaligus Penasihat Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), August Hamonangan, mengungkapkan bahwa warga di sekitar Lenteng Agung berharap tempat berdagang barunya diprioritaskan bagi pedagang-pedagang setempat.
“Ketika saya blusukan ke RW.07 Lenteng Agung di dekat Sentra Fauna sebagai tempat pengganti bagi pedagang-pedagang Pasar Burung Barito, warga setempat rata-rata menyampaikan aspirasi bahwa lokasi tersebut harusnya diperuntukkan bagi pedagang-pedagang yang sudah ada di sana sebelumnya,” katanya.
August menilai bahwa langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam merelokasi pedagang-pedagang dari Pasar Burung Barito itu tergesa-gesa, sehingga menimbulkan permasalahan-permasalahan baru yang menjadikan isunya semakin rumit, alih-alih terselesaikan.
“Semakin ke sini, semakin bisa dilihat bahwasanya Pemprov DKI terburu-buru dalam mengambil keputusan yang harusnya dipikirkan secara matang-matang. Bukannya menyelesaikan permasalahan yang ada, pembangunan lokasi pengganti untuk para pedagang di kawasan Lenteng Agung malah menimbulkan permasalahan baru,” sambungnya.
August kembali meminta agar Pemprov DKI Jakarta tidak memaksakan rencana pemindahan para pedagang Pasar Burung Barito ke lokasi baru di Lenteng Agung.
“Sekali lagi kami memohon kepada Pemprov DKI agar tidak memaksakan keinginannya untuk memindahkan para pedagang dari Pasar Burung Barito. Lebih baik, para pedagang dipertahankan saja di tempat yang lama,” tegasnya.
“Kita juga jangan lupa bahwa Pasar Burung Barito ini sejatinya merupakan ikon bagi Jaksel. Selama 45 tahun lebih, tempat ini dikenal oleh konsumen baik lokal maupun mancanegara. Sangat disayangkan apabila ikon tersebut ‘dibumihanguskan’ hanya karena adanya proyek Taman Bendera Pusaka,” terusnya.
Sekalipun rencana pembangunan Taman Bendera Pusaka di lokasi Taman Langsat yang menjadi alasan relokasi pedagang-pedagang dari Pasar Barito akhirnya tetap dilanjutkan, August mendesak agar Pemprov DKI Jakarta memasukkan para pedagang beserta kiosk-kiosknya ke dalam proses tersebut.
“Apabila pembangunan Taman Bendera Pusaka akhirnya tetap dilanjutkan, maka kami berharap agar pedagang-pedagang di Pasar Burung Barito juga diakomodasi. Harusnya, tetap ada sudut dalam taman yang asri itu untuk menjadi tempat berjualan bagi para pedagang nantinya,” lanjutnya.
“Jangan sampai pembangunan ini malah menyingkirkan para pedagang dan tidak mempertimbangkan aspek-aspek kemanusiaan, terutama di tengah-tengah kesulitan ekonomi yang dengan sendirinya itu sudah membuat sulit para pedagang untuk berjualan,” tutupnya.








.jpg)

.jpg)






