- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya.
- Dandim 0506/Tgr Pimpin Momen Kenaikan Pangkat Personel Bintara dan Tamtama.
- Lewat Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Bisa Tentukan Waktu Pengukuran secara Pasti.
- Tan Ngi Hing Anggota Komisi II DPRD Kota Blitar Respon Positif Skema Baru BGN untuk SPPG Mulai 5 Oktober.
- MasNya ATR/BPN Diluncurkan, Masyarakat Bisa Tanya Soal Layanan Pertanahan Lewat _Live_ TikTok.
- Kolaborasi BNI dan IAS, Layanan Pendampingan Bandara Kini dalam Genggaman
Wamen UMKM Perkuat Keterlibatan UMKM dalam Produksi Becak Listrik Ramah Lingkungan

Keterangan Gambar : Becak listrik merupakan bentuk kepedulian Presiden Prabowo dalam menyejahterakan masyarakat
MEGAPOLITANPOS.COM, Klaten - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza berupaya memperkuat keterlibatan para pengusaha UMKM dalam rantai produksi becak listrik yang memanfaatkan teknologi ramah lingkungan.
"Produksi becak listrik yang tidak menggunakan APBN ini harus terus didorong dengan melibatkan UMKM dan pabrikan lokal, sehingga Tingkat Konsumsi Dalam Negeri (TKDN) bisa menembus angka di atas 70 persen," ujar Wamen Helvi saat memberikan sambutan dalam acara Serah Terima Becak Listrik di Klaten, Jawa Tengah, Rabu (12/2).

Baca Lainnya :
- Aksi 30 September, Ojol Tolak Turbo Maxim dan Tegaskan Ingin Tetap Jadi Mitra
- Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
- 14 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Disiapkan Masuk Ekosistem Kewirausahaan Kementerian UMKM
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
- Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja
Selain itu, Wamen Helvi melanjutkan, becak listrik merupakan bentuk kepedulian Presiden Prabowo dalam menyejahterakan masyarakat, khususnya para penarik becak lansia yang berusia di atas 60 tahun tapi masih menggantungkan penghasilan mereka dari menarik becak.
"Presiden Prabowo berharap, becak listrik bisa meringankan beban mereka dan membantu meningkatkan produktivitas," kata Wamen Helvi.
Wamen Helvi menambahkan, becak listrik yang dibuat oleh PT LEN Industri (Persero) juga diharapkan menjadi bukti nyata kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam konteks rantai pasok UMKM.
"UMKM tidak akan berjuang sendiri, karena banyak pihak yang membantu. Salah satu yang saat ini membantu adalah PT LEN Industri sebagai salah satu BUMN," katanya.
Penyataan Wamen Helvi didukung oleh Direktur Utama PT LEN Industri Bobby Rasyidin, yang mengatakan bahwa UMKM bisa mengerjakan produk becak listrik yang masuk dalam kategori non teknologi.
"Kami membuka diri untuk bermitra dengan UMKM dalam memproduksi suku cadang atau bagian becak listrik yang non teknologi, misalnya membuat rangka, ban, dan lainnya. Dengan catatan, produk bisa mengikuti standar produksi dari PT LEN," ujar Bobby.
Bobby mengatakan, acara Serah Terima Becak Listrik di Klaten kali ini berbeda dengan acara serupa di beberapa tempat sebelumnya. Hal ini karena becak listrik yang dibagikan di Klaten lebih unggul secara teknologi karena sudah dilengkapi sensor dan aplikasi.
"Aplikasi ini berfungsi untuk memantau kesehatan pengemudinya, mengoptimalkan pendapatan pengemudi, hingga mengecek kondisi becak listrik," katanya.
Dalam acara Serah Terima Becak Listrik itu, turut hadir Sekretaris Jenderal Persatuan Becak Listrik Indonesia (PBLI) Michael Umbas, Ketua Umum PBLI Glenny Kairupan, dan Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya.
Seusai acara tersebut, Wamen Helvi menyempatkan berkunjung ke lokasi pengusaha UMKM di Juwiring, Klaten, yang fokus menggarap produksi tekstil dengan salah satu produk andalannya adalah gorden.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).





.jpg)









