- Bukan Sekadar Seremoni, PTPN I Hadirkan Dampak Ekonomi bagi Ratusan UMKM
- Semangat Cinta Daerah Anggota DPR RI Nurhadi Tamu Kehormatan HUT RI ke 81 di Kampung
- Komisi II DPRD Minta Kemarau Agar Bupti Blitar Fokus Pola Pertanian Gogorancah
- Kementerian UMKM: Holding Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok
- Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat
- Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
- Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
Pj. Bupati Pidie Sampaikan Pesan Pada Chief de Mission Meeting (CdM) PORA XIV
Kami mengharapkan untuk menjadikan PORA ini sebagai ajang silaturahmi seluruh masyarakat Aceh

Keterangan Gambar : Chief de Mission Meeting di Aula Suman Mark Pidie
MEGAPOLITANPOS.COM: Aceh-Pelaksanaan Pekan Olahraga Aceh (PORA) tinggal menghitung hari. Pemerintah Kabupaten Pidie dan KONI Aceh melaksanakan kegiatan Chief de Mission Meeting di Aula Suman Mark Pidie pada 23 November 2022.
Dalam kesempatan itu Pj. Bupati Pidie Berpesan kepada suruh Peserta Meeting agar menjadikan Pesta Olahraga ini sebagai momentum Mempererat Silaturahmi seluruh Masyarakat Aceh.
"Kami mengharapkan untuk menjadikan PORA ini sebagai ajang silaturahmi seluruh masyarakat Aceh" tuturnya di hadapan seluruh peserta Meeting.
"PORA ini bukan sebagai ajang berkompetisi dan juga persaingan, namun lebih sifatnya bertukar ilmu sehingga bertambah ilmu antar sesama kontingen" tuturnya.
Hadir dalam Meeting Ketua KONI Aceh Muzakir Manaf, Pj. Bupati Pidie Wahyudi Adisiswanto, Ketua PB PORA XIV Pidie Samsul Azhar dan Unsur Kepanitiaan setempat.
"Kami Pemerintah Kabupaten Pidie hanya berusaha menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu-tamu yang hadir. Jadi secara keseluruhan untuk membangun nuansa kekeluargaan, tanpa ada kepentingan politik sehingga akan tercipta Keluarga Aceh yang sebenarnya" pungkasnya.












.jpg)




