- KUMITRA Jambore 2026 Perkuat Kemitraan UMKM dan Rantai Pasok Nasional
- Lala Sunara Resmi Pimpin KONI, Target Porprov Jadi Prioritas
- PTPN III dan Baharkam Polri Resmi Kerja Sama, Pengamanan Aset Strategis Negara Diperkuat
- Pari Purna DPRD Kota Blitar Pilih Sabotase Absen, Ini Alasannya
- Bupati Eman Ajak KAHMI Bersatu, Kolaborasi Jadi Kunci Majalengka SAE
- Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute: Kemerdekaan Pers Indonesia Bukan Lagi Sensor Negara, Tapi Tekanan Ekonomi
- Sinergi Fiskal Moneter: Arah Baru Industri Jasa Keuangan
- Bupati Majalengka Ultimatum KONI Majalengka: Saatnya Bangkit Raih Prestasi
- Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Sambangi Mako Korps Marinir
- Munjirin Minta FKDM Jakarta Timur Perkuat Deteksi Dini demi Menjaga Kondusivitas Wilayah
Dana Bergulir LPDB-KUMKM Dorong Produktivitas Bisnis Koperasi

Megapolitanpos.com, Jakarta- Kementerian Koperasi dan UKM, melalui satuan kerjanya Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) memiliki tugas dan tanggung jawab besar dalam menyalurkan pinjaman/pembiayaan untuk perkuatan permodalan koperasi di Indonesia, yang sumber dananya berasal dari APBN.
Salah satu mitra koperasi yang merupakan penerima dana bergulir LPDB-KUMKM di Ibukota DKI Jakarta adalah Koperasi Karyawan (Kopkar) Tankers Perkapalan Pertamina. Koperasi primer tingkat nasional yang berdiri pada tahun 1984 ini berlokasi di Jalan Yos Sudarso 32-34, Tanjung Priok Jakarta Utara. Kopkar Tankers merupakan koperasi karyawan Pertamina Perkapalan yang kini berubah nama menjadi Pertamina Internasional Shipping (PIS).
Kopkar Tankers bergerak dibidang simpan pinjam, serta penyedia barang dan jasa di lingkungan PIS, dan anak perusahaan seperti Patra Jasa dan Pertamina Trans Kontinental (PTK). Guna menunjang usaha koperasi, dibutuhkan modal yang cukup besar. Oleh sebab itu, Kopkar Tankers memilih LPDB-KUMKM sebagai lembaga pembiayaan bagi koperasi, karena menawarkan suku bunga relatif rendah dibanding perbankan dan lembaga-lembaga pembiayaan lainnya.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Optimistis Petani Lebih Sejahtera Lewat KUR dan Penguatan Kelompok Tani
- Pin Garuda Emas PAW Hendi Sang Jurnalis Siap Laksanakan Tugas Partai
- SAPA UMKM Siap Perluas Akses Pengadaan Pemerintah melalui Integrasi Layanan
- Menteri UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Hadapi Bonus Demografi
- Pemerintah Tegaskan Keberpihakan kepada UMKM Lewat PP 20 Tahun 2026
Ketua Kopkar Tankers Nursatyo Argo mengatakan, awalnya koperasi mengetahui keberadaan LPDB-KUMKM dari koperasi-koperasi yang pernah mendapatkan pinjaman/pembiayaan dari LPDB-KUMKM.
“Koperasi mengajukan permohonan pinjaman ke LPDB-KUMKM pada tahun 2021, dan pada Desember 2021 mendapatkan dana bergulir pertama dengan plafond sebesar Rp5 miliar. Pinjaman tersebut kini berstatus pembayaran lunas. Dua tahun berselang, tepatnya bulan Maret 2023, Kopkar Tankers kembali mendapatkan pinjaman kedua dari LPDB-KUMKM dengan plafond sebesar Rp15 miliar. Pinjaman tersebut kini berstatus kolektibilitas pembayaran lancar,” kata Nursatyo.
Tingkatkan Produktivitas Koperasi
Lebih lanjut Nursatyo menambahkan, dana bergulir dari LPDB-KUMKM sangat membantu untuk meningkatkan produktivitas usaha dan pendapatan koperasi di tahun 2023. Kopkar Tankers hingga kini memiliki jumlah anggota sebanyak 688 orang, dengan total karyawan sebanyak 28 orang. Per 2023, koperasi mencatatkan total omzet sebesar Rp13,28 miliar, dengan jumlah aset sebesar Rp5,7 miliar.
Kopkar Tankers sendiri mempunyai empat anak perusahaan yang juga bergerak di PIS, PT. Patra Jasa dan Pertamina Trans Kontinental (PTK). Bagi Kopkar Tankers dan anak perusahaan, kendala utama yang sering dihadapi adalah masalah permodalan dan pemasaran. “Melalui tambahan modal LPDB-KUMKM sebesar Rp15 miliar, pergerakan Kopkar Tankers menjadi lebih fleksibel,” jelas Nursatyo.
Sementara itu, berbicara mengenai layanan dan kinerja LPDB-KUMKM, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menyampaikan bahwa LPDB-KUMKM terus memperkuat komitmennya untuk menerapkan prinsip Governance, Risk, dan Compliance (GRC).
“Penerapan prinsip GRC menjadi komitmen seluruh karyawan LPDB-KUMKM dalam menjalankan proses bisnis yang berintegritas, transparan, dan akuntabel. GRC mencakup seluruh kegiatan lembaga, mulai dari tata kelola, risk management, regulasi, hingga kebijakan yang melibatkan seluruh komponen di dalamnya, seperti internal audit, risk and compliance, hukum, keuangan, teknologi informasi, perencanaan, hingga Sumber Daya Manusia (SDM)," jelas Supomo.
Selain menerapkan prinsip GRC, lanjut Supomo, strategi lainnya adalah memperkuat program pendampingan kepada koperasi dalam hal pengelolaan usaha, manajemen keuangan, hingga laporan keuangan. Pada akhirnya, strategi dan prinsip yang dijalankan LPDB-KUMKM tersebut berdampak baik dan signifikan terhadap peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga.
“Melalui budaya kerja EPICS LPDB-KUMKM, yakni Excellence, Professionalism, Integrity, Customer Focus, dan Synergy, seluruh komponen LPDB-KUMKM didorong untuk terus menjaga dan meningkatkan kinerja positif lembaga. Diharapkan fungsi layanan LPDB-KUMKM dapat lebih maksimal kepada mitra-mitranya, terutama bagi seluruh koperasi di Indonesia,” tutup Supomo.(ASl/Red/MP).
















