- NGEMAS di Desa Pangkat, Bupati Tangerang Serap Aspirasi Penggiat Seni dan Budaya.
- Camat Jatitujuh Pastikan Jalan Babajurang Dikerjakan Berkualitas
- Pangkogabwilhan II Kunjungi Polda Kaltim, Perkuat Sinergi Pengamanan Wilayah Strategis.
- Pangkogabwilhan II Kunjungi Kodam VI/Mulawarman, Perkuat Sinergi Pertahanan Wilayah.
- Pangkogabwilhan II Kunjungi Kodam VI/Mulawarman, Perkuat Sinergi Pertahanan Wilayah
- Pangkogabwilhan II Kunjungi Polda Kaltim, Perkuat Sinergi Pengamanan Wilayah Strategis
- Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.
- Wujud Nyata Koramil, Ciptakan Situasi Wilayah Aman dan Kondusif
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- 20 Siswa Keracunan MBG SPPG Cik Ditiro Telan Korban Diduga Dari Makanan Rolade Telur.
Dana Bergulir LPDB-KUMKM Dorong Produktivitas Bisnis Koperasi

Megapolitanpos.com, Jakarta- Kementerian Koperasi dan UKM, melalui satuan kerjanya Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) memiliki tugas dan tanggung jawab besar dalam menyalurkan pinjaman/pembiayaan untuk perkuatan permodalan koperasi di Indonesia, yang sumber dananya berasal dari APBN.
Salah satu mitra koperasi yang merupakan penerima dana bergulir LPDB-KUMKM di Ibukota DKI Jakarta adalah Koperasi Karyawan (Kopkar) Tankers Perkapalan Pertamina. Koperasi primer tingkat nasional yang berdiri pada tahun 1984 ini berlokasi di Jalan Yos Sudarso 32-34, Tanjung Priok Jakarta Utara. Kopkar Tankers merupakan koperasi karyawan Pertamina Perkapalan yang kini berubah nama menjadi Pertamina Internasional Shipping (PIS).
Kopkar Tankers bergerak dibidang simpan pinjam, serta penyedia barang dan jasa di lingkungan PIS, dan anak perusahaan seperti Patra Jasa dan Pertamina Trans Kontinental (PTK). Guna menunjang usaha koperasi, dibutuhkan modal yang cukup besar. Oleh sebab itu, Kopkar Tankers memilih LPDB-KUMKM sebagai lembaga pembiayaan bagi koperasi, karena menawarkan suku bunga relatif rendah dibanding perbankan dan lembaga-lembaga pembiayaan lainnya.
Baca Lainnya :
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Usaha Laundry Tumbuh di Berbagai Daerah, Menteri UMKM Ingatkan Risiko Persaingan
- Tembus 3.000 Pelari, Sachrudin: Tangerang 10K Semakin Ramai dan Berdampak.
- Ratusan UMKM Aceh Ikuti Workshop Pemulihan Usaha, Akses Modal hingga Pemasaran Diperkuat
Ketua Kopkar Tankers Nursatyo Argo mengatakan, awalnya koperasi mengetahui keberadaan LPDB-KUMKM dari koperasi-koperasi yang pernah mendapatkan pinjaman/pembiayaan dari LPDB-KUMKM.
“Koperasi mengajukan permohonan pinjaman ke LPDB-KUMKM pada tahun 2021, dan pada Desember 2021 mendapatkan dana bergulir pertama dengan plafond sebesar Rp5 miliar. Pinjaman tersebut kini berstatus pembayaran lunas. Dua tahun berselang, tepatnya bulan Maret 2023, Kopkar Tankers kembali mendapatkan pinjaman kedua dari LPDB-KUMKM dengan plafond sebesar Rp15 miliar. Pinjaman tersebut kini berstatus kolektibilitas pembayaran lancar,” kata Nursatyo.
Tingkatkan Produktivitas Koperasi
Lebih lanjut Nursatyo menambahkan, dana bergulir dari LPDB-KUMKM sangat membantu untuk meningkatkan produktivitas usaha dan pendapatan koperasi di tahun 2023. Kopkar Tankers hingga kini memiliki jumlah anggota sebanyak 688 orang, dengan total karyawan sebanyak 28 orang. Per 2023, koperasi mencatatkan total omzet sebesar Rp13,28 miliar, dengan jumlah aset sebesar Rp5,7 miliar.
Kopkar Tankers sendiri mempunyai empat anak perusahaan yang juga bergerak di PIS, PT. Patra Jasa dan Pertamina Trans Kontinental (PTK). Bagi Kopkar Tankers dan anak perusahaan, kendala utama yang sering dihadapi adalah masalah permodalan dan pemasaran. “Melalui tambahan modal LPDB-KUMKM sebesar Rp15 miliar, pergerakan Kopkar Tankers menjadi lebih fleksibel,” jelas Nursatyo.
Sementara itu, berbicara mengenai layanan dan kinerja LPDB-KUMKM, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menyampaikan bahwa LPDB-KUMKM terus memperkuat komitmennya untuk menerapkan prinsip Governance, Risk, dan Compliance (GRC).
“Penerapan prinsip GRC menjadi komitmen seluruh karyawan LPDB-KUMKM dalam menjalankan proses bisnis yang berintegritas, transparan, dan akuntabel. GRC mencakup seluruh kegiatan lembaga, mulai dari tata kelola, risk management, regulasi, hingga kebijakan yang melibatkan seluruh komponen di dalamnya, seperti internal audit, risk and compliance, hukum, keuangan, teknologi informasi, perencanaan, hingga Sumber Daya Manusia (SDM)," jelas Supomo.
Selain menerapkan prinsip GRC, lanjut Supomo, strategi lainnya adalah memperkuat program pendampingan kepada koperasi dalam hal pengelolaan usaha, manajemen keuangan, hingga laporan keuangan. Pada akhirnya, strategi dan prinsip yang dijalankan LPDB-KUMKM tersebut berdampak baik dan signifikan terhadap peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga.
“Melalui budaya kerja EPICS LPDB-KUMKM, yakni Excellence, Professionalism, Integrity, Customer Focus, dan Synergy, seluruh komponen LPDB-KUMKM didorong untuk terus menjaga dan meningkatkan kinerja positif lembaga. Diharapkan fungsi layanan LPDB-KUMKM dapat lebih maksimal kepada mitra-mitranya, terutama bagi seluruh koperasi di Indonesia,” tutup Supomo.(ASl/Red/MP).









.jpg)






