GPII Jakarta Utara Gelar Tahlilan Depan Kejari Jakarta Utara Tuntut Laporan Investigasi LHKPN Fedrik Adhar - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

GPII Jakarta Utara Gelar Tahlilan Depan Kejari Jakarta Utara Tuntut Laporan Investigasi LHKPN Fedrik Adhar

Info Aktivis
gpii jakarta utara gelar tahlilan depan kejari jakarta utara tuntut laporan investigasi lhkpn fedrik adhar
Aksi Tahlilan GPII Jakarta Utara

MEGAPOLITANPOS.COM: Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Jakarta Utara datang lagi yang kesekian kali berdemonstrasi, menuntut dibuka laporan investigasi Fredik Adhar. Aksi tahlilan kematian akal sehat ini diselengarakan pada Jum'at, 10 Juli 2020, di Kantor Kejaksaan Negeri Jakarta Utara.

Tuntutan satu tahun kurungan terhadap terdakwa penyiraman air keras kepada mantan penyidik kpk Novel Baswedan dianggap janggal oleh GPII Jakarta Utara dan mencederai upaya pemberantasan korupsi di tanah air. Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Jaksa Fedrik Adhar diduga sangat mewah.

Ketua GPII Jakarta Utara, Farid Sudrajat, telah berkirim surat kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Utara untuk membuka investigasi LHKPN terkait aliran dana kekayaan jaksa Fedrik Adhar yang bergelimang kemewahan.

"Ini merupakan aksi kami yang ketiga kalinya, kami menuntut Kejaksaan Negeri Jakarta Utara segera melaksanakan pemeriksaan terhadap Fedrik Adhar," ujarnya.

Jika tuntutannya tidak dilaksanakan, GPII Jakarta Utara kembali demonstrasi dengan massa yang lebih besar setiap jumat keramat menuntut pencopotan pimpinan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, karena telah gagal melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perilaku jaksa yang hari ini menjadi konsumsi publik.

Dalam melaksanak tugas dan wewenangnya, jaksa senantiasa bertindak berdasarkan hukum dengan mengindahkan norma norma keagamaan, kesopanan kesusilaan, serta wajib menggali dan menjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan yang hidup didalam masyarakat demikian yang disebut dalam pasal 8 ayat 4 undang undang no 16 tahun 2004 tentang kejaksaan Republik Indonesia (UU Kejaksaan)

Sesuai dengan motto kejaksaan Tri Krama Adhyaksa, adalah doktrin Kejaksaan Indonesia: Satya, yang artinya kesetiaan yang bersumber pada rasa jujur, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, terhadap diri pribadi dan keluarga, maupun kepada sesama manusia. Fredik Adhar tidak melaksanakan norma hukum dan motto kejaksaan.

Aksi tahlilan kematian akal sehat oleh puluhan pemuda Jakarta Utara ini dimulai sejak siang hari itu berlangsung dengan tertib dan damai.

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top