Pasien BPJS Kesehatan Ditolak RS Metro Hospital Kabupaten Tangerang - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Pasien BPJS Kesehatan Ditolak RS Metro Hospital Kabupaten Tangerang

Kesehatan
pasien bpjs kesehatan ditolak rs metro hospital kabupaten tangerang
Surat keterangan diagnosa pasien

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang-Pasien BPJS Kesehatan berinisial HAB (17), Rabu (8/7), hendak berobat ke RS Metro Hospital yang beralamat di Jalan Raya Serang KM 16.8, Kecamatan Cikupa ditolak oleh pihak Rumah Sakit.

Orang tua pasien, Hasjantama merasa heran, pasalnya administrasi yang dibawa untuk berobat lanjutan pun sudah lengkap. Termasuk surat rujukan dari FKTP Puskesmas Cisoka.

"Kami sekeluarga merupakan peserta BPJS Kesehatan mandiri. Saya merasa kaget waktu dengar pernyataan kalau anak saya ditolak pihak rumah sakit," kata pria yang akrab disapa Tama.

Lelaki yang berprofesi sebagai wartawan ini menambahkan, prosedur untuk naik dari fasilitas kesehatan (Faskes) pertama ke faskes kedua pun sebelumnya sudah dilalui.

"Anak saya menderita penyakit yang menurut diagnosa adalah Mucocele of Salivary Gland. Gejalanya ada benjolan kecil di daerah mulut. Sebelumnya anak saya sudah berobat tiga kali ke Faskes I di Puskesmas Cisoka, namun belum ada perubahan, Makanya dirujuk ke faskes yang lebih tinggi," terang Tama.

Saat ia menanyakan terkaitan penolakan anaknya, pegawai RS Metro Hospital bagian penerima pasien menjelaskan, bila biaya rawat inap anaknya tidak dicover oleh BPJS Kesehatan. Pegawai itu juga mengatakan, bila Puskesmas Cisoka masih bisa menangani penyakit anaknya.

"Pegawai itu malah meminta saya untuk berobat lagi di puskesmas, dengan dalih di faskes pertama itu bisa dilakukan tindakan bedah," ungkapnya.

Solusi lain yang ditawarkan pihak RS menurut Tama, pasien diminta untuk meminta surat pernyataan ketidaksanggupan dari Puskesmas Cisoka.

"Menurut saya itu terlalu mengada-ada. Pasalnya jelas puskesmas sudah tidak bisa menangani penyakit anak saya. Surat rujukan pun sudah dibuat. Kenapa anak saya diminta balik lagi ke puskesmas buat berobat atau meminta surat pernyataan ketidaksanggupan dari faskes I," ujarnya.

Atas kejadian tersebut, Ia pun berinisiatif mengadukan masalah yang dihadapinya ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Desiriana Dinardianti melalui pesan Whatsapp.

Orang nomor satu di Dinkes Kabupaten Tangerang ini pun langsung merespons dengan menanyakan perihal kasus tersebut ke pihak RS Metro Hospital Cikupa.

Menurut Kadis, pihak RS akan memberi penjelasan lebih lanjut melalui sambungan ponsel ke pihak keluarga pasien. Namun dengan alasan tidak dapat dihubungi, pihak RS belum bisa berkomunikasi dengan keluarga pasien.

"Padahal handphone saya selalu aktif 24 jam. Sangat aneh kalau dibilang belum bisa dihubungi," imbuhnya.

Atas ketidaknyamanan tersebut, orangtuanya pun mengadukan kasus yang dialaminya kepada Okta, salah seorang pejabat BPJS Kesehatan Tigaraksa melalui pesan Whatsapp.

"Saya cuma diminta nomor ponsel agar bisa dihubungi kembali. Padahal di Whatsapp sangat jelas tertera nomor handphone saya. Kenapa masih ditanya ya,” tuturnya.

BPJS Kesehatan Tigaraksa masih menurut Tama, akan segera memberi info setelah ada klarifikasi dari pihak RS Metro Hospital Cikupa. "Kita lihat saja nanti. Katanya pihak RS juga mau melakukan audiensi dengan saya selaku keluarga pasien," ujarnya.

"Sebagai peserta mandiri BPJS Kesehatan, jelas saya merasa sangat dirugikan. Toh anak saya cuma butuh tindakan operasi kecil dan rawat jalan. Jadi bukan rawat inap seperti alibi yang dilontarkan pegawai RS Metro Hospital itu. Percuma saya bayar iuran BPJS Kesehatan kalau dapat perlakuan seperti ini," jelasnya.

Akhirnya, Tama pun membawa anaknya ke salah satu RS swasta di Kota Tangerang, Kamis (9/7). Dari dokter poli bedah di sana disimpulkan, bila anaknya butuh operasi kecil tanpa harus rawat inap. Dan biaya yang harus ditanggung kurang dari Rp2 juta.(*/Tm/Wahyudin/Jhn)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top