Ini Kata LSM Portas : Pemkot Tangerang Harus Tindak Tegas Tutup Usaha Panti Pijat Refleksi Ilegal - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Ini Kata LSM Portas : Pemkot Tangerang Harus Tindak Tegas Tutup Usaha Panti Pijat Refleksi Ilegal

Kota Tangerang
ini kata lsm portas pemkot tangerang harus tindak tegas tutup usaha panti pijat refleksi ilegal
Hilman Santosa

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Maraknya usaha Panti Pijat yang diduga belum memiliki izin, menjadi perhatian LSM Portas dan meminta Pemerintah Kota Tangerang untuk melakukan langkah penertiban pemilik usaha Panti Pijat secara tegas.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Poros Tangerang Solid (Portas) Hilman Santosa, menuturkan ia menyayangkan Panti Pijat Refleksi yang diduga ilegal marak di kota Tangerang,"ini bagian dari kurangnya pemantau dan pengawasan Pemkot Tangerang," ujarnya.

Menurutnya Kota yang berjuluk Akhlakul Karimah seharusnya jauh dari tempat maksiat. Jelas harus menjadi perhatian Pemkot untuk bertindak tegas melarang usaha panti pijit ilegal tersebut, apalagi ada dugaan bermuatan plus-plus, tutur Hilman kepada wartawan Megapolitanpos.com, saat di telepon seluler. Selasa (18/02/2020)

"Buat apa mereka berdiri usahanya hinggal puluhan tahun, sampai saat ini belum miliki izinnya. Apa manfaat buat Kota Tangerang, apakah buat kepentingan pribadi, golongan sedangkan buat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak tidak ada," tuturnya.

Kendati kata mereka susah untuk membuat izinnya, menurut Hilman mengatakan bagaimana mau membuat izin syaratnya dan ketentuan buka usahanya aja belum bisa di lengkapi atau belum ada.

Masih kata Hilman, mereka itu harus miliki SKDU, Rekomendasi Pariwisata, Kesehatan dan Sertifikasi Trapis yang harus dipenuhi sebagai syarat mutlak usaha panti pijit refleksi.

Pemerintah melalui Instansi terkait, harus bertindak tegas menutup secara permanen usaha panti pijat yang belum miliki izin, bahkan ada dugaan pernah disegel dan bermuatan plus-plusnya. Kota Tangerang adalah kota yang berjuluk Tangerang Live, layak huni, sehat.

"Coba kalau meraka pegawai panti pijatnya terserang penyakit AIDS apa yang kita bayangkan kedepannya," imbuhnya.

Menurut Hilman jelas ini telah melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2005 dan UU ITE, lantaran mereka pun menawarkan jasa via aplikasi di medsos.

Sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi terkait, tentang usaha panti pijit yang diduga telah melanggar Peraturan Daerah. (amr)

IMG-20200310-WA0111

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top