Panti Pijat Refleksi di Kota Tangerang, Diduga Banyak Yang Belum Mengantongi Izin - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Panti Pijat Refleksi di Kota Tangerang, Diduga Banyak Yang Belum Mengantongi Izin

Kota Tangerang
panti pijat refleksi di kota tangerang diduga banyak yang belum mengantongi izin
Ilustrasi

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Maraknya usaha Panti Pijat Refleksi di Kota Tangerang, diduga banyak yang belum memiliki izin. Ada dugaan usaha tersebut pernah disegel akan tetapi tetap buka usahanya dari pantauan hari Senin (17/02/2020).

Adapun usaha Panti Pijat Refleksi yang diduga belum miliki izin, diantaranya, Panti Pijit L di Ruko Shinta. Panti pijat M di Liga Mas, SR Exs Ruko Ramayana, Jalan M.Toha, Panti Pijat S Ruko Imam Bonjol Kecamatan Karawaci, Ruko Metropolis, Kecamatan Tangerang, Refkeksi B, Jalan Prabu Kian Santang Ruko Pasar Jati Baru, Kelurahan Sangiang Jaya dan Refleksi M, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk.

Ada dugaan usaha Panti Pijat Refleksi bermuatan plus- plus dan melangar Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2005, bahkan pola yang digunakan pemadu hasrat dan gairah melalui aplikasi di medsos

Salah satu pemilik usaha yang tidak mau disebutkan namanya, membantah bahwa usaha yang dimilikinya tidak ada unsur plusnya.

"Terkait masalah izin susah sekali kita mendapatkan, karena ketat untuk memiliki izin tersebut," terangnya

"Usaha mana sich, yang tidak ingin punya izinnya. Kita juga mau punya tapi susah, usaha pun sepi paling 1 sampai 3 yang mijit dalam sehari, mas," ungkapnya.

Ia pun menambahkan, semua karyawan di panti pijat ini, dilarang untuk melakukan asusila apalagi melanggar Perda.

Sementara ditempat terpisah salah satu pelanggan setia, berinisial A mengatakan, Ia kerap mengunakan jasa panti pijit, lantaran murah dengan merogok kocek Rp 400 ribu bisa di pijit dan hasratnya tersalurkan.

"Murah mas bisa gono gini. Biasanya mereka bisa menerima kita hanya orang sering kesini serta bisa begituan (Plus-plus, Red). Kalau orang baru susah, mas dan dicurigai mereka," kata A, saat keluar dari Pijat RL.



Nt (26)salah satu karyawan Panti RL, menjelaskan dirinya untuk mendapat pelanggan dengan melakukan aplikasi di medsos sebagai alat komunikasi yang ingin melakukan jasa pijat dan plus.

"Jangan ketahuan boslah, mas. Kalau ketahuan juga kita di omelin, yang harus gimana, karena kita target untuk dapati pelanggan dan kebutuhan kita buat makan sehari-hari," tungkas Nt, saat komunikasi menawarkan jasa Open Bo (OB) kepada hidung belang via aplikasi di medsos.

Lanjutnya, dengan aplikasi di medsos kita bisa dapat pelanggan yang banyak, cuma sewa kamar Rp 100 ribu perjam setor ke bos (pemilik panti pijat refleksi,red) ada lebihnya buat kita. Antara Rp 150 ribu sampai dengan Rp 200 ribu.(amr)

IMG-20200310-WA0111

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top