Dorong Sektor Usaha Perkopian, Kemenkop UKM Gelar Smesco Rembug Kopi Nasional 2019 - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Dorong Sektor Usaha Perkopian, Kemenkop UKM Gelar Smesco Rembug Kopi Nasional 2019

Peluang Usaha
dorong sektor usaha perkopian kemenkop ukm gelar smesco rembug kopi nasional 2019
Menkop UKM AAGN Puspayoga didampingi istri Bintang Puspayoga di sela-sela acara Smesco Rembug Kopi Nasional 2019

Jakarta(MEGAPOLITANPOS.COM) - Untuk meningkatkan pemasaran kopi di kancah domestik maupun internasional, Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM, menyelenggarakan Smesco Rembug Kopi Nasional 2019. Acara yang diadakan pada 20-22 September 2019 ini diharapkan dapat semakin membuka pangsa pasar ekspor produk kopi nasional.

Direktur Utama LLP-KUKM, Emilia Suhaimi mengatakan, tujuan diadakan event ini untuk mengangkat dan mengenalkan keanekaragaman kopi nusantara. Sekaligus sebagai suatu upaya untuk menyatukan potensi yang ada dari komoditas kopi Indonesia yang sudah terkenal ke mancanegara.

Diketahui bahwa perkebunan kopi Indonesia yang mencapai 1,3 juta hektare telah menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara produsen ke-4 terbesar di dunia. Di samping itu citarasa kopi yang dipunyai Indonesia tak sekedar biasanya saja. Melainkan bercitarasa tinggi hingga terkenal oleh masyarakat dunia.

Karena itu, melalui acara ini Smesco Indonesia ingin memberi ruang gerak kepada para pelaku KUKM dengan potensi yang dimiliki untuk mengekspresikan, dan mempromosikan hasil kreativitas mereka kepada masyarakat luas. Sehingga masyarakat akan semakin mengenal produk-produk lokal berkualitas.

"Kami sengaja akan mengundang para pelaku UKM di bidang kopi untuk dapat berkumpul dan saling bersinergi dalam rangka mem-branding produk kopi unggulan dari masing-masing daerah. Sehingga bisa menjadi suatu potensi yang luar biasa,” ujar Emilia.

Data dari Kementerian Perindustrian mencatat adanya tren peningkatan ekspor kopi. Pada 2016, ekspor kopi mencapai 145.000 ton atau senilai USD428 juta, kemudian meningkat hingga 178.000 ton atau senilai USD487 juta di tahun 2017. Dan pada 2018, terjadi lonjakan peningkatan ekspor hingga 21,49 persen atau sebanyak 216.000 ton dengan peningkatan nilai 19,01 persen atau mencapai USD580 juta. Diharapkan melalui berbagai event jelang peringatan hari kopi dunia ini ekspor kopi tahun ini juga kembali meningkat.

"Dalam event ini juga ditunjuk duta kopi dari berbagai daerah, meraka adalah anak-anak milenial yang dikarantina dan dilatih untuk mengetahui seluk beluk kopi. Nanti mereka diharapkan bisa mempromosikan kopi kita ke mancanegara agar semakin terkenal lagi," kata Emilia saat ditemui usai menghadiri pembukaan Rembug Kopi Nasional 2019 di Smesco Indonesia, Jumat (20/9).

Acara yang dibuka oleh Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga juga disertai dengan pelepasan ekspor produk kopi asal Bali ke Korea. Emilia menambahkan, pihaknya akan terus mendorong agar pelaku UKM di sektor perkopian dapat terus meningkatkan kapasitas usahanya. Bahkan LLP-KUKM menyediakan media pemasaran bagi pelaku UKM di seluruh Indonesia di Gedung Smesco, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

"Kita memiliki beraneka ragam jenis kopi di seluruh pelosok tanah air, termasuk di dalam cara mensajikannya. Kita harap Rembug Kopi Nasional 2019 ini bisa mensejahterakan dan mengangkat petani kopi kita," pungkas Emil.

Sementara itu Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga mengatakan Rembug Kopi Nasional ini merupakan ajang keempat kali yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM. Menurutnya pemerintah akan terus mendukung upaya-upaya pelaku usaha termasuk di sektor UKM perkopian untuk meningkatkan pemasaran produknya.

Menurutnya, pemerintah sudah menggulirkan berbagai terobosan kebijakan seperti pengurangan PPh UKM dari sebelumnya 1 persen menjadi hanya 0,5 persen. Kemudian menurunkan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari semula 22 persen menjadi 7 persen. Selain itu juga menggratiskan biaya pembentukan badan hukum bagi UKM dan juga mengadakan berbagai pendampingan serta pelatihan.

Program-program yang sudah digulirkan ini dimaksudkan agar daya saing dan produktifitas UKM nasional semakin meningkat. Oleh sebab itu, Pupayoga berharap agar pelaku usaha termasuk UKM di sektor kopi ini bisa memanfaatkan berbagai kesempatan yang diberikan pemerintah tersebut.

"Itu yang kita lakukan, sekarang tinggal bagaimana UKMnya memanfaatkan program - program pemerintah itu. Seperti saat ini Smesco Rembug Kopi Nasional 2019, ini 4 tahun lalu saya buat sekarang udah semakin bagus, bisa ekspor ke Amerika, Korea, dan bentar lagi ke Eropa," pungkas Puspayoga.(AS)

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top