BPCB Wilayah Sumbar Minta Renovasi Cagar Budaya di Klenteng Tien Hou Kong Dihentikan - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

BPCB Wilayah Sumbar Minta Renovasi Cagar Budaya di Klenteng Tien Hou Kong Dihentikan

Berita Daerah
bpcb wilayah sumbar minta renovasi cagar budaya di klenteng tien hou kong dihentikan
Renovasi bangunan Vihara di Kota Tanjungpinang

MEGAPOLITANPOS.COM, Tanjungpinang -
Klenteng Tien Hou Kong sebuah Vihara Bahtra Sasana di Jalan Merdeka, Kota Tanjungpinang merupakan salah satu bangunan Cagar Budaya yang telah ditetapkan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Wilayah Sumatera Barat, kini bentuk aslinya hilang seketika pasca dilakukan penghancuran untuk di renovasi.

Agus Tri Mulyono, Kepala Seksi Perlindungan, Pengembangan dan Pemanfataan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) mengetahui akan hal tersebut dengan segera memerintahkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang untuk menghentikan pengerjaan renovasi tersebut.

"Pemugaran Cagar Budaya Kelenteng Tien Hou Kong atau Vihara Bahtra Sasana tidak diperbolehkan melibatkan tenaga ahli dari pihak luar BPCB." tegasnya. Minggu, (15/09/2019)

Disisi lain, Pemerintah Kota Tanjungpinang menyatakan bahwa akan segera melakukan peninjauan ulang Surat Keputusan (SK) yang diberikan oleh Tim Ahli Cagar Budaya Nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada masa kepemerintahan tahun 2014 lalu.

"Untuk itu hendaknya kedepan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang mensosialisasikan kepada masyarakat bangunan-bangunan mana saja yang termasuk kedalam cagar budaya nasional yang sepatutnya kita jaga," ujar, Walikota Tanjungpinang H. Syahrul.

Menurutnya, jika nantinya bukti-bukti membenarkan bahwa Vihara tersebut memang termasuk kedalam cagar budaya nasional, masyarakat, yayasan, pengusaha ataupun kontraktor yang terlibat pada pemugaran tersebut akan mendapatkan sangsi sesuai undang-undang yang berlaku.

"Perlu diketahui bahwa, pada Pasal 66, UU No. 11 Tahun 2010 telah menyebutkan bahwa setiap orang dilarang merusak Cagar Budaya, baik seluruh maupun bagian-bagiannya, dari kesatuan, kelompok, dan/atau dari letak asal." terangnya.

Selanjutnya, adapun sanksinya bagi perusak Cagar Budaya adalah pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 15 tahun dan/atau denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 5 miliar. ** (Budi)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top