Setiap Tahun 190 Ribu Mati Karena Narkoba - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Setiap Tahun 190 Ribu Mati Karena Narkoba

DKI Jakarta
setiap tahun 190 ribu mati karena narkoba
Martah Tiana Hermawan, Ketua Rekan Indonesia DKI (paling kanan)

MEGAPOLITANPOS.COM. JAKARTA- Sekitar 190.000 orang di dunia mati sia-sia setiap tahunnya. Namun, narkoba terus menghantui kehidupan manusia, Narkoba juga secara nyata dapat memicu kejahatan lainnya seperti pencurian, pemerkosaan, dan pembunuhan.

Narkobaseperti ungkapan 'api kecil adalah kawan dan jika menjadi besar adalah lawan'. Ini ungkapan yang sangat pas untuk menggambarkan tentang narkoba.

Dalam dunia medis, narkoba bisa menjadi obat-obat yang berkhasiat untuk penyembuhan. Penggunaan narkoba dalam dunia medis adalah legal. Nah yang menjadi penyalahgunaan adalah ketika seseorang yang mengkonsumsi narkoba tanpa adanya pengawasan dari seorang ahli kesehatan atau dokter. Bila seseorang menggunakan narkoba tanpa adanya pengawasan dari dokter akan sangat membahayakan si pengguna karena umumnya narkoba mengandung zat-zat beracun yang bisa menyebabkan pengguna narkoba akan selalu ketergantungan atau kecanduan terhadap obat-obatan tersebut, merusak organ-organ tubuh, mempengaruhi berkurangnya daya pikir seseorang atau membuat pikiran menjadi tidak rasional dan kerusakan otak secara permanen. Akibat yang lebih mengerikan lagi adalah berujung pada kematian.

Demikian disampaikan oleh, Martha Tiana Hermawan, ketua Rekan Indonesia DKI Jakarta pagi ini (27/6) dalam keterangan pers yang di sebar melalui media sosial. Tian biasa dia di panggil menegaskan tentang bahayanya narkoba dalam kehidupan manusia dan perlu diwaspadai.

Hari Anti Narkoba se- Dunia yang jatuh pada tanggal 26 Juni 2019 lebih lanjut Tian mengatakan, perdagangan dan peredaran gelap narkoba disinyalir menjadi salah satu sumber pendapatan untuk mendukung operasi tindakan terorisme.

Lebih daripada itu, penyalahgunaan narkoba di Indonesia telah menjamah hampir seluruh lapisan masyarakat, baik dari segi umur, pendidikan, strata sosial – ekonomi, profesi maupun level jabatan, dan bahkan peredaran narkotika telah merata di seluruh wilayah Indonesia.

” Kita tidak akan menunggu dan melihat korban berjatuhan. Kita perlu bertindak, gerakan lebih cepat dari biasanya. Mari dukung dan tuntaskan program pemerintah, cegah sedini mungkin sekarang juga,” ujarnya.

Tian juga menyampaikan, dilihat dari segi penggunaannya, narkoba dibedakan menjadi 2 golongan. Yakni pengguna narkoba 'jalanan' (ilegal) dan penggunaan narkoba legal dalam dunia medis yang disalahgunakan. Dari penggolongan jenisnya, narkoba di bedakan menjadi 3 golongan besar yakni narkotika, psikotropika dan zat aditif lainnya. Ketiga jenis narkoba tersbut juga sering disebut dengan napza.

Gelombang ancaman narkoba terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia begitu nyata. Presiden menegaskan, Indonesia sedang berada dalam kondisi darurat narkoba. Semua elemen bangsa tidak boleh santai menghadapi kondisi ini. Semua masyarakat harus menyiapkan amunisi untuk melawan kejahatan narkoba.

Hasil konferensi 172 negara di Wina beberapa waktu lalu memberikan gambaran yang mengerikan, di mana 800 narkoba jenis baru atau New Psychoactive Substance (NPS) telah menyerbu dunia. Terhitung 71 jenis di antaranya sudah masuk ke Indonesia.

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top