Buruh PT PZ Cussons Melakukan Aksi Tuntut Kenaikan Upah - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Buruh PT PZ Cussons Melakukan Aksi Tuntut Kenaikan Upah

Kota Tangerang
buruh pt pz cussons melakukan aksi tuntut kenaikan upah
Aksi Unras para buruh PT Cussons

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-Para Buruh PT.PZ.Cussons Jl. Halim Perdana Kusuma No.144 Kebon Besar, Batuceper, Kota Tangerang sore tadi melakukan aksi menuntut kenaikan upah sesuai Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) 2019, Senin (11/03/2019).

Ketua dari penanggung jawab aksi, Eko mengatakan aksi tersebut didukung oleh Tim Orji dari seniman lokal Tangerang, diisi pula oleh kawan-kawan Jack Ofers Tangerang, dan juga Dinasti Band dari Rawa Bokor."Dan dukungan dari kawan-kawan Serikat Pekerja (SPSI)," ujarnya

Sekretaris dari penanggung jawab aksi, Mulyadi menjelaskan sekarang sudah masuk bulan Maret, yang seharusnya para buruh sudah naik upahnya. Cuma karena memang diperundingan agak sedikit sulit untuk mencapai kesepakatan,"keinginan kita belum bisa terfasilitasi oleh pihak perusahaan, dan perusahaan juga terkesan mengulur-ulur waktu terkait perundingan ini. Ya akhirnya kita mau ngga mau, terpaksa kita melakukan Aksi Solidaritas. Tujuannya semata-mata untuk memberikan penekanan dan pengrealisasian dari apa yang memang kita pinta terkait kenaikan upah," ujarnya.

Dari koordinasi yang dilakukan dengan PT.PZ Cussons Indonesia, pihak HRD menjelaskan bahwa manajemen dengan Serikat Buruh dari PUK SP. FARKES Reformasi telah melakukan perundingan bipartit sebanyak tujuh kali terkait kenaikan upah namun tidak menuai kesepakatan.

"Perundingan yang sudah ketujuh ini belum ada titik temu, perusahaan kesulitan dengan permintaan kita, pada prinsipnya kita tidak bisa menerima apa yang ditawarkan oleh perusahaan, makanya kita tidak menemukan kata sepakat," lanjut Mulyadi.

Menurutnya secara jujur karyawan melihat Cussons perusahaan yang sehat, sehat dalam artian yang sebenarnya, maka dari itu kita meminta kenaikan upah ini sedikit realistis. Menimbang karena pertama, kemarin banyak diefisiensi atau pengurangan karyawan, jadi itu alasannya meminta kenaikan gaji lebih, dan itu ralistis.

"Konsep dasar kita itu ke Kehidupan Layak atau KHL, awalnya kita minta kenaikan 25 persen, namun seiring berjalannya waktu, di proses perundingan itu akhirnya turun sekitar 12 persen. Dari 25 persen itu kita minta jadi 10 atau 12 persen, kurang lebih seperti itu. Dan perusahaan masih tetap diangka yang memang direkomendasi oleh pemerintah, dengan sedikit penambahan di variabel upahnya, dan itu belum bisa kita terima.

"Ada wacana untuk mogok kerja, karena mogok kerja itukan kita yakini sebagai salah satu senjata. Sebenarnya kita menghindari, tapi kalau memang ternyata itu pilihan, yang ada hanya itu, dan memaksa kita untuk melakukan itu, mogok kerja itu bisa saja terealisasi.(Syifa).

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top