Puluhan Seniman Pamekasan Berunjuk Rasa Ke Kantor DPRD - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Puluhan Seniman Pamekasan Berunjuk Rasa Ke Kantor DPRD

Peristiwa
puluhan seniman pamekasan berunjuk rasa ke kantor dprd
Unjuk rasa seniman

MEGAPOLITANPOS.COM, Pamekasan-
Rentetan RUU Permusikan yang diusulkan oleh Tim Komisi X DPR terdapat 19 pasal yang tidak disepakati didalamnya dan bahkan terdapat banyak pasal yang tumpang tindih dengan beberapa UU lainnya, seperti UU Hak Cipta, UU Serah-Simpan Karya Cetak dan UU Karya Rekam juga UU ITE, dan lebih parahnya RUU ini bertolak belakang dengan UU Pemajuan Kebudayaan serta bertentangan dengan Pasal 28 UUD 1945 yang menjunjung tinggi dalam kebebasan berekspresi dalam Negara Demokrasi.

Aksi unras yang dilakukan CEKAMP bersama puluhan seniman Kabupaten Pamekasan di Gedung DPRD Pamekasan, dalam pernyataan sikapnya atas penolakan terhadap pengesahan Draft RUU Permusikan,Senin (18/02/2019).

Aksi yang digelar CEKAMP bersama puluhan seniman Pamekasan dilakukannya dengan damai dan tertib, dalam aksinya CEKAMP menggelar panggung hiburan didepan halaman Gedung DPRD Pamekasan. Dalam aksinya tersebut menggelar panggung hiburan.

Pasca aksi tersebut para musisi seniman Pamekasan melantunkan beberapa lirik lagu dari musisi kondang di Indonesia yang diantaranya musisi Iwan Fals yang bertajukan Bento, Perahu retak dan Bongkar.

Indra selaku koordinator aksi CEKAMP dalam orasinya mengatakan RUU Permusikan yang saat ini tengah digodok DPR tidak ada urgensinya. Menurutnya Draft RUU Permusikan tersebut menyimpan banyak masalah yang berpotensi dibatasi,"menghambat dukungan dari perkembangan proses kreasi dan merepresi para pekerja musisi musik," jelasnya.

Diantara puluhan musisi seniman Pamekasan, salah seorangnya adalah Norman turut hadir dalam aksi unras CEKAMP menjelaskan kalau pihaknya mendukung upaya para legislator dalam mensejahterahkan musisi serta ekosistem di industri musik yang lebih baik. "Namun ada sejumlah pemasalahan di RUU Permusikan yang setidaknya ada beberapa pasal yang menurut saya tidak relevan," ujar Norman seorang seniman.

Sesungguhnya menurut Norman UU Perlindungan Hak Cipta, UU Serah-Simpan Karya Cetak dan UU Karya Rekam juga UU ITE suda ada dari badan yang lebih mampu melindungi musisinya sejahterah."Jadi untuk apa lagi RUU Permusikan ini," tutur Norman.

Menurut Norman, didalam Draft RUU Permusikan ia menilai ada sejumlah pasal yang bermasalah, dari sejumlah pasal tersebut ada 19 pasal yang dimulai dari ketidakjelasan redaksional, subyej dan obyek hukum yang sudah diatur, hal itu permasalahannya hingga kepersoalan jaminan kebebasan berekspresi dalam bermusisi musik.

Sementara dipasal 5 RUU Permusikan bertolak belakang dengan semangat kebebasan berekspresi dalma Berdemokrasi yang telah dijamin oleh UUD 1945.

Dari beberapa rangkuman RUU Permusikan terdapat pasal karet (pasal 5) yang memuat multi interpretasi dan bias seperti membuaka ruang pada memprovokasi bagi siapapun untuk mempersekusi proses kreasi yang tidak mereka sukai.

Sementara Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Sahur Abadi, SH turut menemui para aksi CEKAMP dan puluhan musisi seniman megatakan, dirinya turut mendukung atas aksi musisi seniman Pamekasan yang menolak RUU Permusikan yang telah terjadi di Negeri Indonesia.

"Dengan aksi ini saya berjanji akan mengawal isi dari pernyataan sikap penolakan dan hal inipun akan kami sampaikan kepada DPR RI Pusat terkait penolakan yang mereka sampaikan.
Mengingat, di DPR RI Pusat di bagian Komisi X salah satu anggota DPR RI dari Madura," tutupnya.(Dyh).

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top