Himaputra Keluhkan Truk Muatan Tanah Langgar Aturan - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Himaputra Keluhkan Truk Muatan Tanah Langgar Aturan

Kab Tangerang
himaputra keluhkan truk muatan tanah langgar aturan
Jalan di penuhi tanah merah

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang - Setelah 2 Bulan berjalannya Peraturan Bupati (Perbup) no.47 tahun 2018, tentang Jam Operasional angkutan tambang diwilayah Kabupaten Tangerang. Kini mulai tak dipatuhi oleh para pengemudi dan pemilik jasa angkutan, pasalnya Sudah 2 Minggu Pasca tahun baru pengemudi asyik melanggar aturan yang telah dibuat. Senin (21/1/2019).

Meski sudah diambil tindakan dan harus menepi ke Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang para pengemudi masih saja nekad melanggar aturan untuk mengejar target ritasi, padahal jelas diatur didalam Perbup tersebut jam operasional dimulai pukul 22.00 Wib sampai dengan 05.00 WIB. Namun kenyataannya masih saja banyak truk yang melintas dari jam yang telah ditentukan.

"Dampak dari bandelnya para sopir kini dirasakan oleh warga yang dilintasi truk, mulai dari masuk perbatasan Kota Tangerang, Kelurahan Benda dan Kabupaten Tangerang, di Desa Jatimulya, Desa Kosambi Timur, dan Kelurahan Dadap," ujar Herdiansyah Ketua Himpunan Mahasiswa Pemuda Lokal Kosambi.

Adapun dampak yang dirasakan masyarakat mulai dari Macet sepanjang 10 km hingga Perempatan Dadap Sampai Pergudangan Mutiara Kosambi 2 pada Hari Sabtu (19/1), ada lagi polusi udara dari debu tanah yang diangkut. Hingga Ceceran tanah merah yang jatuh pada lintasan Saat perjalanan.

Dikatakannya, dari ceceran tanah merah tersebut pada musim hujan seperti ini menjadi boomerang buat warga yang melintasi jalan Dadap sampai Jatimulya, Benda (Kota Tangerang). Sebab ceceran yang terkena air hujan menjadi licin dan akibatnya banyak warga yang terjatuh dari motornya.

"Tercatat sudah 19 kali warga yang terjatuh mulai dari Sabtu (19/1/2019) sampai Pagi tadi 09.30 Senin(21/1/2019) diwilayah tersebut, data dari Warga sekitar," ucap Herdiansyah yang juga Staf Satpol PP di Kecamatan Kosambi.

Kami berharap Kepada kepada Instansi terkait melalui Bapak Bupati Tangerang, menindak tegas para sopir tanah yang masih bandel melanggar. "Dengan tindakan solutif berkepanjangan dan memberi efek jera. Dan kami sebagai warga tidak menyesalkan adanya pembangunan besar diwilayah kami," tuturnya.

Namun yang kami inginkan adalah pembangunan tersebut sesuai dan memperhitungkan aspek dari dampak lingkungan. "Jangan sampai asyik membangun namun yang menjadi imbas dan kerugian adalah masyarakat," ujarnya.(sul)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top