Sidang Paripurna DPRD Kota Tangerang Tentang Perda Inisiatif - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Sidang Paripurna DPRD Kota Tangerang Tentang Perda Inisiatif

Kota Tangerang
sidang paripurna dprd kota tangerang tentang perda inisiatif
Sidang Paripurna DPRD Kota Tangerang

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-Sidang Paripurna DPRD Kota Tangerang menggelar rapat paripurna digelar Rabu (30/5/2018). Sidang mengenai Raperda inisiatif Kota Tangerang, yang dilayangkan oleh Badan Pembentukan Perda (BPP).

Rapat sidang paripurna dipimpin oleh Wakil Ketua 2 DPRD Kota Tangerang Pontjo Prayogo, SP dan Wakil Ketua 1 DPRD Hapipi.

Ketua Badan Pembentukan Perda (BPP), Drs. Solihin, M.Si menyampaikan tiga point raperda inisiatif, diantaranya, pertama Raperda Penanaman Modal dan Investasi Daerah Kota Tangerang. Kedua, Raperda Tentang Kesejahteraan lanjut Usia. Ketiga, Raperda Tentang Pengelolaan Toko Modern dan Penataan Pasar Tradisional.

“Bahwa penanaman modal dan investasi merupakan faktor tertentu keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu mengkaji dan mengevaluasi nilai strategis dari manfaat dari penanaman modal dan investasi dengan memperhatikan potensi yang ada di daerah,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, mengenai raperda tentang kesejahteraan lanjut usia, ia menilai peran lanjut usia perlu ditingkatkan dan didayagunakan. Lansia sebagai warga negara Indonesia mempunyai hak yang sama dengan warga negara lainnya dalam segala bentuk kehidupan.

“Mereka telah mendamabaktikan hidup dan kehidupannya dalam proses pembangunan di tanah air. Oleh karena itu, kita harus menempatkan posisi lansia dengan warga yang lainnya. Dalam rangka meningkatkan martabat manusia. Agar lansia dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri,” ucapnya

Untuk hal ketiga dari raperda inisiatif adalah terkait minimarket atau toko modern dan pasar tradisional yang saat ini sulit untuk dibatasi di Kota Tangerang. Menurutnya, minimarket dalam peraturan perundang-undangan termasuk dalam pengerjaan toko modern. Setiap toko modern wajib memperhitungkan kondisi sosial ekonomi masyarakat, jarak antara toko modern dan pasar tradisional.

Ia menjelaskan menjamurnya minimarket dan mengarah kepada hypermarket, berdampak begitu nyata bagi masyarakat, baik dari sisi sosial dan ekonomi. Jika, tidak diantisipasi akan membawa dampak negatif dan membahayakan bagi eksistensi pelaku ekonomi permodalan kecil."Maka perlu ditata agar pedagang kecil dan menengah atau pasar tradisional dapat tumbuh berkembang dengan pedagang toko modern.” ucapnya.Jhn

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top