Eksekusi Tanah Di Cimone Tanpa Perlawanan. - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Eksekusi Tanah Di Cimone Tanpa Perlawanan.

Kota Tangerang
eksekusi tanah di cimone tanpa perlawanan
Eksekusi rumah oleh Juru Sita PN Tangerang


MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-Eksekusi lahan seluas 736 meter persegi Di kellurahan Cimone Jaya Kota Tangerang berlangsung tegang. Karena Hj Epi sebagai pemilik tanah dan bangunan yang sudah berdiri kontrakan, sebanyak 41 pintu ini tidak terima hartanya di ekskusi oleh Pengadilan Negeri Tangerang.

Dibantu alat Negara Polisi, TNI, dan Satpol PP, serta Muspika, eksekusi akirnya berjalan tanpa perlawanan walaupun penghuni kontrakan sempat terprovokasi oleh Hj Epi yang ingin mempertahankan tanah dan bangunanya, tetapi ksekusi tetap berjalan

Ausri Juru Sita Pengadilan Negeri Tangerang mengatakan, walaupun mendapatkan penolakan dan perlawanan dari Hj Epi tetap membacakan pitusan eksekusi, dengan bantuan TNI Dan POLRI Ausri membacakan eksekusi sampai selesai.

Eksekusi dilakukan berdasarkan, Penetapan eksekusi no 35/PN /Tng /2016 Doktor Hj Nirwana SH MH Kepala Pengadilan Negeri Tangerang

Eksekusi dua tanah satu hamparan SHM no 337 sertipikat 4 mei 2005 dan SHM no 399 sertipikat 6 juni 2006 dalam dua bidang satu hamparan saat ini 21 Maret 2018 sudah sah menjadi hak milik pembeli dari lelang Negara PKPN April 2016 saudara Arief Mulsandi Soegiharto.

Ausri lebih lanjut mengatakan, sebelum eksekusi di bacakan Tim eksekusi kepada Hj Epi memohon ijin supaya di ijinkan membaca eksekusi. Tetapi Hj Epi menolak di bacakan eksekusi."Kami datang kesini atas perintah Negara, kami disini tidak akan berdebat, karena perdebatan sudah selesai di Pengadilan ketika sidang gugatan," ujarnya.

Ausri juga mengatakan, H Epi masih punya hak untuk melakukan perlawanan lewat hukum. PN Tangerang melaksanakan atas dasar perintah hukum.
Dalam eksekusi tersebut Hj Epi tetap menentang dan Keberatan atas di bacakan eksekusi,"saya merasa di zolimi, saya merasa dipaksa keluar oleh Arif. Kalau saya di suruh keluar bayar dulu," ujarnya.

Nana Sumarna Lurah Cimone Jaya yang hadir dalam eksekusi, merasa kawatir adanya bentrokan di lokasi. karena lokasinya sempit dan penuh bangunan dan penghumi kontrakan.

"Alhamdulilah berjalan lancar, damai, kondusif walaupun pemilik tanah Hj Epi ada perlawanan. Saya tidak berpihak ke Hj Epi maupun Arif. Semua salah dan semua benar," ujar Lurah Cimone jaya.
Kapolsek Karawaci kompol Abdul salim SH, bersukur eksekusi berjalan lancar, aman damai. Kondusif walaupun pemilik rumah Hj Epi sedikit ada perlawanan tetapi tidak berarti eksekusi di tunda. "Sudah kami laksanakan pengosongan secara simbolis. Mengeluarkan barang milik pemilik penghuni dan yang lain di beri waktu tenggang untuk mengosongkan masing masing," ujarnya.

Sementara, Adam Dalimunte SH Kuasa hukum Arief Mulsandi Soegiharto di hadapan awak media mengatakan. Seharusnya PKPN itu sebelum melelang harta orang harus di pastikan dulu.

"Ini melelang harta orang obyeknya masih di kuasai pemiliknya yang lama. Kasian pembelinya. Pak Arief mau masuk ambil hak miliknya yang sudah di beli ternyata masih dikuasai orang lain. Dari tahun 2016 pak Arif tidak bisa menguasa tanah yang sudah di beli dari balai lelang Negara ini," ujarnya.Plai



Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top