TNI Bersinergi Membangun Peradaban di Perdesaan (3-habis) - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

TNI Bersinergi Membangun Peradaban di Perdesaan (3-habis)

TNI POLRI
tni bersinergi membangun peradaban di perdesaan 3-habis
Walikota Palangka Raya Riban Satia (bersafari) bermusyawarah dengan pimpinan TMMD saat membangun infrastruktur desa. (foto: Dhani/megapolitanpos.com)

MEGAPOLITANPOS.COM -Sebagaimana dikemukakan Kasad Jenderal TNI Moelyono, program TMMD ini memang masih sangat dibutuhkan oleh sebagian besar wilayah Indonesia yang umumnya merupakan daerah perdesaan. Berbagai kebutuhan sarana dan prasarana fisik, bisa dikebut pembangunannya.

Yang penting dicatat, dalam melakukan percepatan pembangunan, TNI mensinergikan berbagai unsur yang ada. Baik dari lingkungan pemerintah daerah, pemerintah desa, Polri, organisasi kemasyarakatan, pemuda dan mahasiswa, termasuk pelajar. Semua unsur, semua elemen bergerak bersama.

Karena itu, masih sangat urgen dan relevan jika program ini kelak dilakukan tiga kali dalam setahun. “Program TMMD masih sangat dibutuhkan, mengingat sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah pedesaan, sehingga keterlibatan TNI dalam membangun sarana prasarana masih sangat dibutuhkan," ungkap Kasad.

Ketahanan Pangan

Ke depan, tugas TNI dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara dan bangsa akan semakin kompleks. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam berbagai kesempatan sering mengemukakan, menguatkan ketahanan nasional tidak hanya terbatas dalam pengertian perang konvensional. Tetapi juga memasuki wilayah pangan dan energi. Ketahanan nasional sebuah negara akan goyah manakala cadangan pangan dan energi juga lemah.

Dan di sinilah peran strategis TNI. Pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo memberi porsi yang lebih kepada TNI. Terutama sekali dalam menciptakan keamanan dan ketahanan pangan nasional.

Fakta ini menunjukkan, kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun desa dan daerah tidak hanya berlangsung dua periode atau tiga periode dalam setahun. Sebaliknya, pendampingan TNI terhadap masyarakat desa justru sudah berlangsung sepanjang tahun, mesti dalam intensitas yang berbeda.



Di wilayah perdesaan di daerah Kalimantan Tengah misalnya, di bawah koordinasi Kodam Tanjungpura atau Korem Panju Panjung, secara merata prajurit TNI sangat aktif melibatkan diri dalam program pertanian, misalnya menanam padi.

Tetapi kenyataannya, keterlibatan TNI di sektor pertanian ini bukan hanya terbatas pada menanam padi. Tetapi mencakup seluruh aspek. Mulai dari pencetakan sawah, menyiapkan sarana prasarana seperti irigasi, pelatihan pemanfaatan teknologi pertanian dan sebagainya.

Dengan demikian, interaksi TNI dengan warga desa melalui program pendampingan di sektor pertanian juga merupakan wujud sinergi (kemanunggalan) TNI dengan rakyat.

Sekali lagi, sasaran atau tujuan gerakan TMMD bukan hanya mengejar ketertinggalan dengan cara percepatan pembangunan fisik. Tetapi juga mencakup aspek non-fisik seperti pemahaman dan penangkalan ideologi, agama, pengetahuan moral yang menyimpang.



Selain itu juga mendalami dan menghayati sejarah perjuangan bangsa, nasionalisme, kecintaan terhadap tanah air dan mempertahankan nilai-nilai luhur kearifan Nusantara yang dikemas dalam bingkai Pancasila. Dengan demikian, kelak, masyarakat Indonesia bisa menjadi lebih maju, beradab, berke-Tuhan-an, religious, menghormati keberagaman budaya (suku dan agama) dalam entitas satu bangsa dan negara: Indonesia. (Yohanes Widada/Megapolitanpos.com)



Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top