Rekan Indonesia Banten : Hapus Diskriminasi Terhadap Pasien Peserta BPJS - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Rekan Indonesia Banten : Hapus Diskriminasi Terhadap Pasien Peserta BPJS

Politik
rekan indonesia banten hapus diskriminasi terhadap pasien peserta bpjs
Dialog Publik Rekan Indonesia Banten

Serang, Banten - Kesehatan merupakan kebutuhan setiap warga masyarakat, karna begitu pentingnya kebutuhan kesehatan maka tidak heran apabila pemerintah sebagai penyelanggaran negara harus hadir dan menjamin pelayanan kesehatan bagi seluruh warga negara tanpa diskriminasi dan dibedabedakan.

Kewajiban ini bahkan tertuang dalam pasal 28 H(1) UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtra lahir batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Ini merupakan amanat negara terhadap para pengelola negara, kewajiban ini seharusnya dijalankan oleh negara dan juga dilaksanakan oleh pemerintah daerah sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah pusat.

Tapi menurut Rijaludin As Shidiq Ketua Relawan Kesehatan Indonesia KPW Banten dalam pernyataan persnya hari minggu (19/3) di Serang, Banten. Bahwa negara dan pemerintah daerah belum serius menjalankan kewajiban dasar ini. Terbukti dengan masih banykan laporan yang masuk dari masyarakat terkait masih belum optimalnya pelayanan kesehatan serta masih adanya perlakuan diskriminasi bagi sebagian masyarakat.

Disampaikan oleh Rijaludin As Shidiq, Ketua Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia) Provonsi Banten dalam kegiatan diskusi publik yang dilaksanakan pada hari dikediaman salah satu pasien yang mendapat pendampingan dari Relawan Kesehatan Indonesia Provinsi Banten.

“Banyak laporan yang masuk ke Rekan Indonesia Provinsi Banten terkait persoalan pelayanan kesehatan khususnya peserta BPJS, di antara laporan yang masuk adalah masih adanya sejumlah aturan yang tidak akomodatif terhadap kebutuhan pasien seperti contoh terkait pemberian obat yang tidak dicover oleh BJPS, tidak jelasnya kriteria pasien yang harus mendapat penanganan di Unit Gawat darurat" ujar Rijal panggilan akrab Rijaludin As Shidiq.

"Bahkan perlakuan yang diskriminatif terhadap sejumlah pasien peserta BPJS dan sejumlah aturan yang dibuat buat oleh oknum pegawai rumah sakit di Banten," lanjut Rijal.

Acara diskusi publik yang dihadiri oleh Eva Nirwana Kepala Cabang (Kacab) BPJS Kab Serang dan dr H. Rahmat mewakili RSUD dr Drajad Prawairanegara ini bertemakan Implementasi dan Evaluasi Pelayanan Rumah Sakit Terhadap Peserta BPJS.

Dialog publik ini juga menyoroti berbagai hal terkait masih kurangnya sejumlah fasilitas kesehatan di provinsi banten bahkan dalam diskusi itu juga terungkap sejumlah realita yang mengagetkan diantarnya adalah Provinsi Banten tidak memiliki fasilitas dan SDM Spesialis Bedah Anak.

“Bayangkan saja Banten dengan jumlah penduduk kurang lebih 10 juta jiwa, tidak ada satupun yang memiliki fasilitas dokter spesialis bedah anak, jadi setiap anak yang butuh dokter itu harus dirujuk ke Jakarta seperti pengalaman kami mendamping M.Yusuf salah satu pasien yang tidak dapat ditangani di Provinsi banten, kami berharap persoalan seperti ini segera mendapat perhatian yang serius dari pemerintah provinsi Banten”ungkap Rijal.

Pada diskusi ini juga ditanyakan sejumlah persoalan pelayanan rumah sakit peserta bpjs kepada Eva Nirwana Kacab BPJS Kab Serang, yang direspon cukup baik dengan menjelaskan mekanisme dan SOP pelayan bagi pserta BPJS serta mengklarifikasi sejumlah laporan dari para relawan kesehatan Indonesia Provinsi Banten.

Sementara dr H. Rahmat yang hadir mewakili RSUD dr Drajad Prawairanegara juga memberikan penjelasan terkait komitemn pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah Serang.

Namun Rekan Indonesia Provinsi Banten menyayangkan beberapa pihak yang diundang tidak hadir dan tidak memberikan klarifikasi seperti Dinas Kesehatan Kab. Serang dan juga Rumah Sakit Hermina.

“Kami menyayangkan ketidakhadiran dinas kesehatan Kab. Serang dan RS Hermina pada acara diskusi ini, karna Dinas Kesehatan memiliki tanggungjawab untuk menjaleskan kepada masyarakat terkait beberapa rumah sakit yang belum melaksakan pelayanan kesehatan dengan baik terhadap masyarakat yang salah satunya RS Hermina Kab. Serang” tutup bang Rijal

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top