Dr. Ang Swee Chai Dan Rakyat Palestina - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Dr. Ang Swee Chai Dan Rakyat Palestina

Opini Warga
dr ang swee chai dan rakyat palestina
Dr.Swee Dan Rakyat Palestina

Megapolitanpos.com “Hello dokter Cina Singapur…”_ demikian rakyat Palestina memanggil Dr. Ang Swee Chai disapa baik di Jalur Gaza Palestina maupun di Kamp Pengungsian Sabra Shatila Libanon.
Saat pertama kali mengabdikan diri sabagai dokter ortopedik tahun 1980-an dikamp pengungsian Palestina di Libanon, beliauy sempat khawatir dgn statusnya sebagai orang Cina (tinggi badan 150 cm) dan seorang perempuan pula. Belum lagi dibenak beliau masih ada prasangka mengenai terorisme dikalangan orang Arab.

Lalu tibalah masa pembantaian itu. Tanggal 16 September 1982 selama 70 hari Tentara Israel dan Milisi Kristen Palangis atas perintah Menteri Pertahanan Ariel Sharon mengepung dan masuk ke Kamp Sabra Shatila Beirut lalu mulai membunuh para pengungsi termasuk anak-anak dan wanita Palestina.

Untuk merawat korban-korban pembantaian itu, ditengah kepungan peluru, bom serta keterbatasan air, listrik maupun obat-obatan Dr Ang Swee dan beberapa relawan beroperasi disebuah gedung bawah tanah sementara tepat diatas mereka pembantaian terus berlangsung.
Pasukan pengepung lalu masuk dan memerintahkan Dr Ang Swee menghentikan kegiatannya yang saat itu sedang mengoperasi pasien, dr Swee lalu membentak si prajurit,”lancang benar anda masuk kemari! Anda tahu apa yang anda lakukan pada pasien ini? Jika pasien ini kehilangan nyawanya, lihat saja nanti!”

Namun prajurit itu menodongkan senjata dan dr. Ang Swee dipaksa utk menghentikan seluruh kegiatan tersebut.

Akibat pembantaian Sabra Shatilla ini tercatat 3000 org Palestina meninggal. Dan meskipun dibawah ancaman Dr Swee tetap bersaksi atas kekejian tersebut dan bersaksi di Jerusalem.(Peristiwa inilah yg menjadi inspirasi Judul Buku Dr Ang Swee, Tears of Heaven from Beirut To Jerusalem, buku yg berisi kesaksian Dr. Ang Swee Chai atas pembantaian di Sabra Shatilla, sempat terlarang di beberapa Negara Barat, namun pernah terbit di Indonesia tahun 2006 ) Duniapun marah dan bahkan rakyat Israel sendiripun berdemonstrasi di Tel Aviv yg diikuti oleh 400.000 orang Israel (Catat ini!) mengutuk pembantaian ini.

Berkat kesaksian Dr Ang Swee Chai Ariel Sharonpun terjungkal dari kursi Menteri Pertahanan pada tahun itu juga. Ya seorang China dan perempuan berhasil menjatuhkan seorang Menteri Pertahanan Israel. Kesaksian Dr Ang Swee Chai pula yang membuka pandangan dunia Barat atas sisi lain dari Israel, sekaligus membuatnya kehilangan status warga Negara Singapura dan menjadi warga pengasingan di Inggris.

Meskipun ancaman peluru hingga diusir dari negaranya sendiri, beliau tetap konsisten membela rakyat Palestina hingga saat ini. Beliau turut mendirikan Medical Aid for Palestine yg bermarkas di Inggris.

Banyak kisah menarik selama pengabdiannya di Palestina.
Saat kembali ke Palestina pernah beliau berdebat dengan seorang anggota Hamas(Harakat al-Muqawama al-Islamiyya atau Gerakan Pertahanan Islam). Anggota Hamas itu mengatakan kepada dr Ang Swee bahwa anda belum mengetahui Al Quran dan Allah, perdebatan yang berlangsung cukup seru sehingga timbul kekhawatiran dari dr Ang . Keesokan paginya seorang petinggi Hamas meneleponnya dan berkata,” Helo Dr Swee, ini hari minggu. Mungkin ibu belum tahu karena baru tiba beberapa hari. Kami sudah menyiapkan sebuah Chapel buat ibu di Rumah Sakit kami di Gaza untuk kebaktian dan berdoa disana…”

Pada Bulan Desember Tahun 1988 saat mengoperasi 343 pasien selama seharian penuh akibat serangan helicopter Israel di Jalur Gaza, di pagi hari dr Swee diminta rekan kerja Palestinanya utk beristirahat,”Bu pergilah sarapan dan mandi.” Beliaupun pergi dan saat kembali tak ada lagi jasad korban semua sudah dirapikan dan ada terpasang pohon natal disana….

Ya beliau amat dicintai rakyat Palestina hingga dianugerahi Star of Palestine oleh Yasser Arafat pada tahun 1987, sebuah penghargaan tertinggi dari rakyat Palestina atas pengabdiannya selama ini. Sebagai catatan hanya 6 (enam) orang non Palestina yang pernah mendapatkan penghargaan ini, dan Dr Ang Swee Chai menjadi satu-satunya orang Asia yang pernah mendapatkannya.

Saat ditanya kenapa mau berkorban mengambil resiko membantu rakyat Palestina, perempuan Cina kelahiran Malaysia itu menjawab,”pertama karena mereka korban perang, kedua karena saya seorang dokter dan ketiga karena saya seorang Kristen….”

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top