Obrolan Santai : " Laporan Qlue Ketua RT dan RW Di Kalibata Dari Bulan April, Mei dan Juni Akhirnya Sia-sia " - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Obrolan Santai : " Laporan Qlue Ketua RT dan RW Di Kalibata Dari Bulan April, Mei dan Juni Akhirnya Sia-sia "

Jakarta Selatan
obrolan santai laporan qlue ketua rt dan rw di kalibata dari bulan april mei dan juni akhirnya sia-sia
Forum RW 08 kalibata saat mengunjungi Pulau Untung Jawa 19-06-2016

Megapolitanpos.com: Kebijakan Gubernur Ahok yang terlalu memaksakan para ketua RT dan Ketua RW di Kalibata untuk melaporkan kegiatannya melalui aplikasi Qlue akhirnya mentah dengan sendirinya, ini terlihat dari kebijakan pemda DKI jakarta yang mengembalikan peraturan pemberian uang operasional tidak lagi menggunakan Qlue tetapi menggunakan LPJ seperti semula.

Ngobrol santai sambil Survey ke Pulau Untung Jawa, LMK RW 08 berpendapat " Gembar gembor Ahok yang mengintruksikan kepada Lurah Di DKI Jakarta untuk memecat Ketua RT dan RW yang tidak melaporkannya kegiatannya melalui aplikasi Qlue sebanyak tiga kali sehari gagal total alias OMDO laporan Qlue tersebut jadi sia-sia .

ini dibuktikan dari WA yang beredar di kalangan pengurus RT dan RW dan LMK Kalibata yang mendapatkan BC soal penundaan program QLUE tersebut. Sakur Syahroni salah seorang Ketua RT di kalibata mengungkapkan kekesalannya kepada Media Online Megapolitanpos.com " ini akibatnya jika program pemerintah yang sangat di paksakan tanpa berdialog atau tanpa sosialisasi yang mengikutkan unsur RT,RW dan LMK" ujarnya.

Marzuki Ali salah seorang Ketua RT di lingkungan RW 08 Kalibata mengatakan " dari awal memang saya tidak buat laporan Qlue karenanya , saya senang sekali jika laporan melalui Qlue itu di tunda sampai pada bulan juni dan baru bulan Juli ini program Qlue dilanjutkan kembali " ungkapnya kepada megapolitanpos.

Mantan Dekel ini menegaskan " bahwa Ketua RT dan RW yang terpilih melalui ruang pemilihan yang sangat demokratis, tidak boleh di Pecat oleh Ahok melalui lurah gara gara tidak melaporkan dengan Qlue. Sebab Ketua RT bukan PNS DKI Jakarta dengan gaji dan tunjangan yang besar. kami hanya mengabdi dengan niat ikhlas dan tulus membantu pemerintah walaupun tanpa dapat uang operasional ".tuturnya.

Lain lagi Tuti Atmaja Seorang RT Perempuan di wilayah RW 08 mengatakan " Satu sisi memang sia sia, tetapi disisi lain itu pengalaman dan kami bisa belajar bertanggung jawab untuk pelaksanaan tugas yg telah kami laksanakan dan itu fakta. Adapun untuk saat ini belum diberlakukan, minimal untuk kedepnnya kami tidak asing lagi dalam pelaporan kegiatan kami via qlue ".AR.

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top