Dugaan Kasus BBM DLH Kota Tangerang Mandeg di Kejari - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Dugaan Kasus BBM DLH Kota Tangerang Mandeg di Kejari

Kota Tangerang
dugaan kasus bbm dlh kota tangerang mandeg di kejari
Kejari kota Tangerang

MEGAPOLITANPOSCOM, Kota Tangerang - Mencuat dugaan kasus Bahan Bakar Minyak (BBM) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Mandeg Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang yang di tangani oleh Kasi Pidana Khusus (Pidsus).

Rudi, salah satu penyidik Pidsus (Pidana Khusus) kepada wartawan membenarkan adanya pemeriksaan atas dugaan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang pada anggaran tahun 2018-2019.

"Pemanggilan tersebut di mulai pada Bulan Januari 2020, Pidsus memeriksa salah satu pegawai DLH bagian operasional terkait anggaran belanja bahan bakar kendaraan angkutan sampah Ikbal dan Kadis," ujarnya.

Rudi menjelaskan, pemeriksaan dan pemberkasan dugaan penggunaan BBM DLH Kota Tangerang sudah di serahkan ke Kasi Pidsus dan Kejari.

"Sampai saat ini saya tidak lagi megang pemeriksaan terkait dugaan BBM DLH Kota Tangerang," ungkapnya.

Terpisah, Dedi Suhada Kepala Dinas DLH Kota Tangerang membenarkan dirinya dipanggil dan diperiksa pihak Kejari.

"Ini kasus lama dan sudah selesai. Pemeriksaannya tidak dilanjutkan mungkin pihak penyidik dari pidsus kejaksaan punya pertimbangan khusus terkait hal ini," ungkapnya.

Ditanya terkait adanya penyuapan atas kasus tersebut sehingga terhenti, Dedi Suhada enggan berkomentar.(nan/jhn)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top