RS Ngudi Waluyo Wlingi Kluster Tertinggi Covid 19 di Kabupaten Blitar - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

RS Ngudi Waluyo Wlingi Kluster Tertinggi Covid 19 di Kabupaten Blitar

Kesehatan
rs ngudi waluyo wlingi kluster tertinggi covid 19 di kabupaten blitar
RS Ngudi Waluyo

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar- RS Ngudiwaluyo Wlingi Kluster Tertinggi Covid 19 di Blitar, sejak sepekan terakhir pandemi disease covid 19 meroket kasus penderitanya.

Informasi sumber data dari gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kini secara komulatif angkanya mencapai 137 pasien.

Juru Krisna Yekti Bicara Gugus Tugas Penanganan Pencegahan penyebaran Covid 19 Kabupaten Blitar kepada wartawan menyampaikan, secara rinci menyebutkan, ada 56 pasien yang sudah sembuh, sementara masih dalam perawatan sebanyak 70 orang dan 11orang pasien meninggal dunia.

"Perkembangan informasi data sementara saat ini ada tambahan 39 kasus orang reaktif covid 19, Dari 39 kasus itu, RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar menjadi klaster penyumbang kasus positif terbanyak yakni 31 orang," ungkapnya.

Lanjut Krisna Yekti dari jumlah orang reaktif ini yang sebanyak 31 orang adalah tenaga kesehatan (Nakes) RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. (25/07/20).

Lanjut Krisna, jumlah kluster tebanyak ini adalah di RS Ngudi Waluyo Wlingi, Para nakes di RSUD Ngudi Waluyo yang positif Covid-19 tersebut diduga tertular dari komunitas gowes yang beranggotakan para nakes. Sesuai data mereka berasal dari 14 kecamatan di Kabupaten Blitar diantaranya dari Kecamatan Binangun 2 orang, dari Kecamatan Gandusari 4 orang, Garum 3 orang, Kanigoro, Kesamben, Panggungrejo, Sanankulon, Sopuro, Kecamatan Selorejo, Wonodadi, Kecamatan Doko masing masing 1 orang, Kecamatan Ponggok 2 orang, Talun 4 orang Wlingi 8 orang.

"Terbanyak dari Kecamatan Wlingi, karena mereka tinggal dekat dengan tempat bekerja," ujar Krisna.

Sambung Krisna sejumlah 31 nakes RSUD Ngudi Waluyo yang positif terpapar Covid-19 merupakan kasus konfirmasi tanpa gejala. Mereka kini diisolasi di ruang khusus dengan terus diawasi dan ditangani oleh dokter spesialis. Jika dalam masa isolasi tersebut ada yang menunjukkan gejala maka nakes yang positif itu akan mendapatkan perawatan sama seperti kasus terkonfirmasi positif dengan gejala.

"Semua tanpa gejala, jadi mereka masih terlihat sehat-sehat saja. Namun tetap mereka harus menjalankan isolasi untuk memutus penularan Covid-19," pungkasnya (za)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top