Akui Pencemaran Lingkungan PT Greenfield Berikan Ganti Rugi Petani Koi - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Akui Pencemaran Lingkungan PT Greenfield Berikan Ganti Rugi Petani Koi

Hukum
akui pencemaran lingkungan pt greenfield berikan ganti rugi petani koi
Greenfield Berikan Ganti Rugi Petani Koi

MEGAPOLITANPOS.COM,, Blitar-Pencemaran limbah peternakan sapi perah PT Greenfield Indonesia tak hanya berakibat terhadap rusaknya lingkungan, selain bau yang menyengat juga menyebabkan kerugian terhadap petani ikan di desa Tegalasri dan desa Ngadirenggo Kecamatan Wlingi, pasalnya air yang tercemar limbah itu dipergunakan untuk kolam ikan.

Menurut Waloyo (49) tahun petani ikan Koi warga Tegalasri kepada media ini mengatakan, dengan didirikan peternakan sapi PT Greenfield Indonesia, limbah kotoran sangat merusak lingkungan, selain air sungai sugai menjadi keruh kecoklatan air tersebut juga berbusa.

"Karena air sungai yang sudah tercemar itulah ratuan ikan koi saya pada mati," ungkap Waluyo.

Lebih lanjut dikatakan oleh Waloyo atas kejadian tersebut pihaknya didampingi Ormas Gerakan Anak Nasionalis ( GANNAS) meminta ganti rugi karena ikan ikan yang mati itu.

"Semua kami data jumlah kematianya mulai tanggal 28 Juni sampai dengan tanggal 8 Juli 2020, ada 375 ekor, per ekor kami minta ganti rugi Rp.30.000 dan kemarin oleh PT Greenfield Indonesia dibayar Rp.11.250.000," Jelas Waloyo.

Penyerahan ganti rugi kepada korban pencemaran ini dari pihak Pt.Greenfield di datangi S. Anang Prabowo dengan Eko Mukti, uang diterima Waloyo disaksikan pejabat Muspika Kecamatan Wlingi dan ketua Ormas GANNAS, Rabu (15/07/20 ).

Dalam pertemuan itu ada tiga hal yang ditanda tangani bersama, masing- masing PT Greenfield mengakui bahwa pengelolaan limbah belum dapat dilaksanakan secara maksimal dan masih ada limbah cair yang mengalir ke sungai, untuk jangka panjan PT Greenfield akan melakukan pengelolaan secara maksimal, sehingga tidak mencemari lingkungan.

Isi nota kesepakat yang ke dua adalah pemberian ganti rugi kepada Waloyo petani ikan warga desa Tegalasri akan diberikan maksimal dua bulan terhitung sejak penandatanganan berita acara tersebut.

Dan yang ke tiganya PT Greenfield harus menghentikan pembuangan limbah cair ke sungai maksimal 2 Minggu sejak ditanda tangani berita acara, dan mulai tanggal 16 Julli 2020 harus mengurangi volume limbah yang mengalir ke sungai.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya Ormas Gerakan Anak Nasionalis ( GANNAS ) akan melakukan pemblokiran dengan menutup jalan dengan portal sekitar lokasi jalan masuk menuju PT tersebut bilamana pengelola management Pt.Greenfield tetap melanggar dengan membuang limbah ke sungai.(za)

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top