APD Kades Blitar Minta Bupati Eksekusi Sapu Bersih Bansos Tahap II - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

APD Kades Blitar Minta Bupati Eksekusi Sapu Bersih Bansos Tahap II

Berita Daerah
apd kades blitar minta bupati eksekusi sapu bersih bansos tahap ii
Bupati Blitar pada saat rapat

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar-Terjawab sudah oleh Bupati, Blitar adanya kesimpang siuran penerima bantuan sosial akibat validasi data yang semrawut, hari ini Kamis (25/06/20), untuk menuntaskan permasalahan yang ada perwakilan Asosiasi Pemerintahan Desa (APD) diundang rapat oleh Bupati di ruang pertemuan Candi Simping Pemkab Blitar di Kanigoro.

Bupati Blitar Drs Rijanto didampingi Sekda Totok Subihandono serta Kepala Inspektorat Wilayah Ahcmad Lazim mengatakan untuk mengatasi kesemrawutan data penerima Bantuan Bupati minta agar segera nenyerahkan data baru terahir hari Jum'at (26/06/20).

"Tadi sudah ada pembicaraan dengan APD untuk sisa anggaran Bansos Kabupaten Blitar akan difokuskan kepada masyarakat yang terdaftar di desa masing-masing yang belum menerima bantuan selama pandemi covid 19," kata Rijanto.

Ditanya wartawan apakan bansos tahap II nanti berbentuk tunai, dikatakan Rijanto, nantinya setelah verval dari kepala desa siap bansos Kabupaten tahap II diluncurkan berupa produk paket senilai Rp200 ribu.

"Memang sengaja kami berikan dalam bentuk paket sembako ini bertujuan untuk menghidupkan UMKM, agar sektor usaha mikro di Kabupaten Blitar juga berjalan," jelasnya.

Sementara itu koordinator perwakilan Asosiasi Pemerintahan Desa (APD) Kabupaten Blitar Bagas Nanggolo Yudho Dili Prasetiono usai pertemuan siang itu kepada media ini menjelaskan, sedianya waktu itu ketika rapat dengan komisi IV kami minta agar sisa anggaran Bansos Kabupaten Blitar dihibahkan, namun karena aturan yang tidak membolehkan dan langsung diawasi oleh lembaga KPK maka kami normatif mengikuti aturan yang ada.



"Prinsipnya kawan kawan APD sepakat dengan yang disampaikan Bupati Rijanto, kami akan mengirimkan data sesuai dengan usulan yang asli kami data sendiri dilapangan," kata Bagas.

Lanjut Bagas persoalan tumpang tindihnya bansos PKH, BPNT ini akibat ulah oknum pendamping PKH, masalahnya selama ini para kades tidak pernah diberi tembusan data penerima bantuan versi pendamping, setelah APD hearing baru data diberikan oleh pendamping.

"Dengan sapu bersih bansos Pemkab Blitar,yang kami ajukan di amini oleh Bupati yang selanjutnya eksekusi bagi warga yang belum menerima bansos," tambahnya.

Dari analisa para kepala desa Bagas selaku koordinator APD juga menjelaskan selama ini tingkat human error data yang terjadi di lapangan rata rata 10 hingga 20 persen, hingga terkesan data penerima PKH, BPNT.

"Kalau masalah ketidak transparan pihak pendamping kasus ini bukan menjadi kewenangan kami." Pungkasnya.(za)

IMG-20200717-WA0141

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top