Waduh, Terjadi Lagi Pegawai BPBD Kota Tangerang Tersangkut Kasus Hukum - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Waduh, Terjadi Lagi Pegawai BPBD Kota Tangerang Tersangkut Kasus Hukum

Kota Tangerang
waduh terjadi lagi pegawai bpbd kota tangerang tersangkut kasus hukum
Ilistrasi

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Waduhh, Seakan-akan tak pernah jera, kembali pegawai Badan Penangulangan Bencana Daerah, (BPBD) Kota Tangerang tersangkut kasus hukum. Kali ini menjerat oknum staf BPBD Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) berinisial (DR).

(DR) diduga melakukan pungutan liar (Pungli) hingga ratusan juta rupiah kepada puluhan orang calon pegawai yang dijanjikan bekerja sebagai Tenaga Harian Lepas (THL) di BPBD Kota Tangerang.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tangerang, Deni Koeswara membenarkan kalau (DR) adalah staf BPBD berstatus PNS. Namun Deni mengaku tidak mengetahui Prilaku anak buahnya itu dengan alasan baru menjabat.

Terkait kasus hukum yang menjerat anak buahnya itu, Deni mengatakan kalau hal itu berkaitan dengan penerimaan calon pegawai THL.

"Ya, itu soal penerimaan calon pegawai. Walikota juga sudah berpesan untuk sementara tidak ada penambahan calon pegawai dan berpedoman pada data yang sudah ada," jelas Deni, Kamis (18/6/2020)

Menurut Deni, kalaupun ada penerimaan calon pegawai di BPBD, itu harus dilakukan secara selektif dan sesuai kebutuhan. Sementara saat ini kata Deni jumlah pegawai BPBD ada sebanyak 297 orang personel yang tersebar di 4 UPT.

"Saya rasa saat ini sudah cukup. Justru yang kami butuhkan adalah tenaga teknisi yang hanya berjumlah dua orang," katanya.

Agar kasus hukum tidak terulang lagi, Deni berpesan kepada pegawai BPBD harus bekerja disiplin dan sesuai aturan, jika tidak maka harus menerima konsekuensinya. Deni juga berjanji membenahi organisasi yang jadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana itu.

Dijelaskan Sekretaris Badan BPBD Kota Tangerang, Edi Sofyan, bahwa (DR) yang diduga melakukan pungli, sebelumnya bekerja sebagai staf di Kelurahan Paninggilan, Kecamatan Ciledug. Namun sejak 21 November 2019 (DR) dipindahkan dan bekerja sebagai staf BPBD yang ditempatkan di Bidang RR. Sejak saat itu (DR) diketahui kerap membolos dari kantor.

"Dia itu jarang masuk kerja, pernah sekali terlihat tapi hanya absen lalu pergi. Seperti orang ketakutan. Ya, kami juga bertanya tanya, kok orang baru jarang masuk kerja. Kami sudah lakukan teguran sampai tiga kali baik lisan dan tulisan, tapi tetap diabaikan," paparnya.

Sementara berdasarkan informasi yang dipercaya, (DR) diduga melakukan pungutan liar hingga ratusan juta rupiah kepada puluhan calon pegawai THL yang ingin bekerja di BPBD.

Saat ini kasus (DR) ditangani unit Reskrim Polres Metro Tangerang Kota di duga DR telah Melanggar Undang-undang No 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi dan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kasus tersebut. (Tim)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top