Ketua DPRD Kota Blitar Minta Agar New Normal di Ponpes Dan Sekolah Ditunda - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Ketua DPRD Kota Blitar Minta Agar New Normal di Ponpes Dan Sekolah Ditunda

Berita Daerah
ketua dprd kota blitar minta agar new normal di ponpes dan sekolah ditunda
Ketua DPRD Kota Blitar dr Syahrul Alim

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar-Meskipun masih menunggu kebijakan Menteri Dalam Negeri RI terkait New Normal dimana Indonesia harus menjalan kehidupan baru yang normal di tengah pandemic virus corona (Covid-19), khususnya untuk Kota Blitar, meski belum dilaksanakan namun sudah mendapat sorotan dari DPRD Kota Blitar.

Seperti yang disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Blitar dr Syahrul Alim, menanggapi rencana akan diberlakukannya New Normal, menurutnya perlu banyak pertimbangan dan tehnik pengawasan pelaksanaan nya di lapangan, termasuk nanti akan dimulainya roda perekonomian seperti pertokoan, pasar modern maupun juga pasar tradisional juga akan dimulainya kembali anak anak masuk sekolah tahun ajaran baru yang direncanakan di buka pada tanggal 15 Juni mendatang.

Syahrul Alim usai acara peringatan hari lahir nya Panca Sila ke 75 di halaman Makam Proklamator Bung Karno Senin (1/06/2020 ) juga meminta kepada Wali Kota Blitar agar menginventarisasi permasalahan permasalahan yang memang sudah jadi masalah dan akan menjadi masalah ketika membuka New Normal.

"Kita tidak ingin terjadi Pandemi Corona ke dua ketika membuka New Normalife, sehingga tidak terjadi kluster baru yang diluar dugaan, terutama di lingkungan sekolah maupun Pondok Pesantren, dan yang terpenting bagaimana responsif masyarakat siap berdisiplin ketika New Normal berjalan untuk mengikuti protocol kesehatan," Kata Syahrul.

Lebih lanjut dikatakan oleh dr Syahrul Alim terhdap persiapan New Normal di Kota Blitar dirasa sudah cukup baik, namun demikian masih ada beberapa hal yang terkait dengan adanya surat edaran Mendagri, bagaimana nanti mulai aktif masuk anak anak sekolah, Pondok Pesantren dan jam buka restaurant, Café serta toko toko swalayan yang menurut nya masih terjadi kontradiktif dengan situasi, yaitu pemerintah memberlakukan pembatasan jam buka yang menurutnya belum pas.

"Ketika arahannya adalah phyisikal distancing dan sosial distancing ketika membatasi jam buka restoran, Swalayan, Café ini yang sangat kontrakdiktif, mestinya bukan pembatasan jam buka namun bagaimana pemerintah mengatur pembatasan keluar masuk nya dan kapasitas tempat pengunjung di sarana tersebut agar bisa diatur sesuai standart protokoler covid 19,” ungkapnya.

Terkait dengan akan di bukanya kembali lembaga pendidikan Syahrul Alim yang juga dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyampaikan, secara pribadi pihaknya juga berpredikat sebagai seorang dokter ini menyatakan kurang sependapat dengan akan di aktifkan nya anak anak masuk sekolah, dan harus dimusyarawarkan terlebih dahulu dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

"Nampak nya Ikatan Dokter Anak Indonesia ( IDAI ) masih keberatan bila lembaga pendidikan ini segera di buka,namun rekomendasi dari IDAI nampak nya masih belum siap dan minta agar rencana masuk sekolah di tangguhkan terlebih dahulu, ini mengingat bagaimana anak anak bisa menjaga diri menjaga standart protokoler, cuci tangan dan pakai masker jika tidak bisa tertib maka akan jadi persoalan juga, mungkin ini yang harus diperhatikan," pungkas Syahrul.(za)

IMG-20200717-WA0141

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top