Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Akan Usut Tuntas Proyek Buk Unut Yang Mangkrak - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Akan Usut Tuntas Proyek Buk Unut Yang Mangkrak

Berita Daerah
komisi iii dprd kabupaten blitar akan usut tuntas proyek buk unut yang mangkrak
Proyek Buk Unut yang mangkrak

MEGAPOLITANPOS.COM, KabupatenBlitar-Komisi 3 DPRD Kabupaten Blitar akan usut tuntas proyek jembatan yang mangkrak, atau yang lebih dikenal dengan nama proyek Buk Unut (jembatan yang melintasi sungai Unut Red.)

Tak jelas penyelesaian proyek Buk Unut membuat geram komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Bangunan jembatan yang menghubungkan antara desa Bacem dengan Kelurahan Sukorejo gagal dirampungkan tahun ini.



Sekertaris Komisi III Kabupaten Blitar Panoto kepada wartawan saat ditemui di rumahnya mengatakan Selasa (19/05/2020), jika melihat fisik pekerjaan bangunan Buk Unut yang sudah menyerap anggaran Rp1,2 milyar, sangat tidak layak pembayaran prosentasenya dari anggaran Rp1,7 milyar.

"Kok bisa seperti itu proses pencairan terminnya, ini seperti ada hal yang gak beres," tegasnya.

Menurut Panoto bangunan masih serampangan, pihak rekanan dalam hal ini CV Sarana Mitra Pratama masih mengerjakan Landhopenya saja (pondasi jembatan Red.) seharus nya bertanggungjawab atas penyerapan anggaran itu, jangan lepas dan lari dari persoalan, sedangkan anggaran untuk melanjutkan pekerjaan itu tinggal Rp. 500 juta.

"Bagaimana bisa begitu, kekurangan volume pekerjaan yang tidak sesuai harus dipertanggung jawabkan, masa iya dengan sisa anggaran itu pekerjaan bisa selesai, kalau untuk melanjutkan fisik bangunan Dinas PUPR harus nambah anggaran, itu bukan penyelesaian namanya," lanjut Panoto.

Diberitakan sebelumnya berkaitan dengan normalisasi di Kecamatan Sutojayan Pemkab Blitar harus membuat 5 buah jembatan masing-masing Jembatan Kedungbunder, Jembatan Jalan Subali, Jembatan kali Gesing, Jembatan Lodoyo Kedungbunder dan Jembatan Lodoyo Ngeni atau Tugu Banjir.

Perlu diketahui proyek Buk Unut dengan kode seri ( A.K.00-3 ) yang dilelang di LPSE pagu proyek Rp1,9 milyar HPS 1.824.218.995,30 paket pekerjaan dimenangkan adalah CV. Sarana Mitra Pratama alamat di Jalan Semedi 36 Kecamatan Nglegok dengan harga penawarawan terendah Rp 1.713.244.138,30
Selanjutnya Panoto yang juga dari Fraksi PKB ini juga akan memanggil Kepala Dinas PUPR untuk di mintai keterangan atas ketidak wajaran dalam pengeluaran anggaran pembangunan Buk Unut .

"Kami tidak main main, ini uang negara, uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan penggunaanya, dan perlu di ingat dan digaris bawahi konsultan tidak boleh merangkap jabatan sebagai pelaksana, biar pekerjaan hasilnya maksimal." Tutupnya.(za)

IMG-20200717-WA0141

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top