Tak Dapat Bansos, 2 Nenek Renta di Kota Blitar Mengaku Pasrah - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Tak Dapat Bansos, 2 Nenek Renta di Kota Blitar Mengaku Pasrah

Berita Daerah
tak dapat bansos 2 nenek renta di kota blitar mengaku pasrah
Nenek yang tak dapat Bansos

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar-luputdari pendataan penerima bantuan sosial dua nenek renta ini mengaku pasrah, mereka adalah Misini(78) warga jalan Brigjen Katamso Kelurahan Gedog dan Tukini (72) tahun alamat Jalan Serayu, Kelurahan Bendo Kepanjen Kidul.

Kepada wartawan kedua nenek reyot yang kesehariannya hanya sebagai penjual rempeyek, krupuk, jamu plastikan dan masakan sayur gendong keluar masuk lorong kampung dengan penghasilan sangat minim mengaku pasrah.

Ditengah pandemi corona virus ini, apa yang dituturkan bahwa dia justru mengaku tidak masuk daftar warga penerima bantuan apapun, baik itu PKH, BPNT juga jenis bansos lainya dari pemerintah .

"Nggih krono Corona meniko sak niki dodolan sepi banget, tenogone nggih pun mboten kuat (ya karena Corona ini sekarang jualan sepi sekali, disamping itu tenaganya sudah tidak kuat lagi Red.)," ungkapnya (10/5/20).

Lanjutnya, dengan pengahasilan rata rata 20 ribu per hari sangat tidak layak untuk memenuhi kebutuhan hidup harianya, namun sungguh ironis bila mereka tak dapat bantuan.

"Enjing jam 6 kulo budal dodolan saking griyo mlebet kampung ngantos siang terus teng peken pon, mangke wangsul ngojek (pagi jam 6 berangkat jualan, lewat jalan raya juga masuk kampung, siangnya ke pasar Pon kemudian pulang naik ojek Red.)," kata mbah Misini.

Dengan polos dua nenek ini ketika ditanya menjelaskan, selama pandemi corona virus tak satupun program bantuan mengalir .

"Kulo dereng nampi bantuan saking kelurahan. Saking pemerintah nggih dereng. Kulo nate diparingi bantuan saking gereja (saya belum menerima bantuan dari kelurahan juga dari pemerintah. Hanya pernah menerima bantuan dari gereja Red.)," pungkasnya.

Masyarakat yang terdampak Covid-19 namun belum tersentuh bantuan pemerintah sangat mungkin terjadi mengingat Basis Data Terpadu (BDT) yang digunakan oleh pemerintah kota Blitar sudah Out To Date. Data yang digunakan tahun 2009. Perspektif Jaring Pengaman Sosial adalah untuk masyarakat terdampak, namun faktanya banyak yang belum tersentuh.

Demikian disampaikan Totok Sugiarto anggota DPRD Kota Blitar di media online beberapa waktu lalu.

Namun ironisnya diberbagai kesempatan, Plt walikota Blitar Santoso selalu mengatakan bahwa sebagai wujud negara hadir, Pemkot Blitar terus melakukan penyisiran terhadap warga-warga terdampak yang belum menerima bantuan sosial dari pemerintah, mungkin masih banyak Tukini dan Misini lain di Blitar yang nasib nya tragis tak dapat bantuan selama pandemi.( za )

IMG-20200717-WA0141

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top