Sidang Perdata 911 di PN Tangerang di Sorot - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Sidang Perdata 911 di PN Tangerang di Sorot

Kota Tangerang
sidang perdata 911 di pn tangerang di sorot
Sidang pengadilan

MEGAPOLITANPOSCOM, Kota Tangerang - perkara perdata tahap penyerahan bukti yang di gelar di PN Tangerang, Rabu (11/4/2020) menyita perhatian para pengujung sidang. Masalahnya, Ketua majelis hakim Sucipto tidak lagi fokus adanya perbedaan identitas (KTP) penggugat meski sudah diserahkan oleh kuasa hukum tergugat adanya dugaan pemalsuan dokumen dan kepemilikan tiga KTP dengan alamat berbeda.

Perkara pedata No 911/pdt.G/2020/PN Tng dengan penggugat Minanto Wiyono dan tergugat Sriwitin Lee sempat tertuda beberapa kali hanya karena adanya perbedaan identitas yang diajukan. Tergugat minta identitas penggugat disesuaikan dengan yang sebenarnya, kuasa hukum tergugat menyanggupi. Namun saat sidang lanjutan kuasa penggugat tidak dapat menunjukan identitas asli penggugat. Artinya, penggugat telah menggunakan KTP berbeda dengan perkara pidana ini dikuatkan dengan keterangan dari Disdukcapil DKI Jakarta.

Sidang lanjutan, kuasa hukum tergugat Robert Sirait dan Antoni Sitanggang menyerahkan bukti kepada Majelis Hakim PN Tangerang berupa Laporan Polisi (LP) tentang Surat Keterangan palsu dan identitas palsu. LP terlapor Kepala Panitera PN Tangerang, Yanwitra tentang Surat Keterangan Palsu. Salinan Putusan Pidana No. 957 yang diduga petikannya palsu. Surat Pernyataan yang dibuat oleh Chandra (Pegawai honor PN Tangerang), yang menyatakan telah merekayasa Salinan Putusan. Selain itu , Surat Permohonan kepada Ketua PN Tangerang, agar majelis hakim memerintahkan Penasihat Hukum Penggugat memperlihatkan copy KTP principal (Minanto Wiyoto) kepada pihak Tergugat.

"Kita liat saja sidang lanjutan dengan agenda Pemeriksaan Setempat (PS) atas permintaan tergugat, ini kan perkara biasa dijadikan luar biasa ada apa," jelas Robert Sirait usai sidang kepada awak media.

Sementara itu, Dosen Unpam DR Suhendar SH MH mengatakan, pencari keadilan masih sulit mendapatkan keadilan kalau praktik mafia peradilan masih berkeliaran di PN Tangerang. "Kita berharap majelis hakim yang menyidangkan perkara perdata No 911 itu objektif dan tidak berpihak," ucap Suhendar, Balon Walkot Tangsel kepada awak media.

Hal senada juga dilontarkan Win Febriasyah SH, warga negara Indonesia hanya memiliki satu KTP , kalau ganda berarti melawan hukum. "Mafia peradilan itu sangat piawai mempengaruhi para pihak itu yang harus dibinasakan bukan dibina,"tandasnya.(nan)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top