Fraksi PSI DKI Memberi Catatan Atas APBD 2020 - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Fraksi PSI DKI Memberi Catatan Atas APBD 2020

Hukum
fraksi psi dki memberi catatan atas apbd 2020
Idris Ahmad

MEGAPOLITANPOSCOM, Jakarta-Rapat paripurna pembahasan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) DKI 2020 sudah rampung. Fraksi PSI DKI memberi catatan atas APBD yang baru disahkan ini. Catatan itu disampaikan ketua Fraksi PSI DKI, Idris Ahmad dalam rapat yang dihadiri Gubernur Anies Baswedan dan pimpinan serta seluruh anggota DPRD DKI.

"Fraksi PSI mengkritisi proses penyusunan dan pembahasan anggaran yang sangat terburu-buru dan tidak transparan. Sulit sekali bahkan bagi kami selaku Anggota DPRD mendapatkan data rinci selama proses ini. Kalaupun diberikan, baru diberikan di hari-H atau sehari sebelumnya. Sepatut dan sewajarnya penyusunan anggaran dan pembahasan dengan DPRD ini diberikan waktu dan data yang cukup," kata Idris.

Idris dalam interupsinya Idris juga mengatakan Fraksi PSI tetap mengkritik item-item pengadaan yang menurut Fraksi PSI belum terjawab dan terjelaskan. Antara lain, anggaran LRT Dishub yang diduga melanggar Pergub 154/2017, kegiatan Formula E yang tidak sesuai dengan asas keadilan, dan pengadaan barang-barang mahal di Damkar, Kominfo, dan BPRD. Menurut Idris anggaran kegiatan senilai ratusan miliar ini tidak ada harga pembanding dari merk yang berbeda, dan tidak disertakan kajian teknis.

Usai rapat paripurna, Idris mempertegas bahwa Fraksi PSI bukan anti barang mahal tapi Fraksi PSI ingin memastikan Pemprov DKI memprioritaskan program yang memang dibutuhkan masyarakat kecil.

"Sebelum KUA PPAS ini disahkan, Fraksi PSI DKI dalam konferensi pers telah menyampaikan bahwa ada potensi defisit sebesar Rp. 10 triliun. Pak Sekda juga kemudian mengakui hal ini. Makanya kami “cerewet” kepada eksekutif supaya mencoret post-post anggaran yang tidak menyentuh masyarakat kecil secara langsung, seperti event Formula E. Seharusnya Pemprov bisa menggandeng swasta dan tidak menggunakan anggaran yang uangnya dari rakyat," tandas Idris.

Lebih lanjut Idris menambahkan PSI sudah sampaikan dan pertanyakan baik di rapat komisi, pandangan umum fraksi, hingga rapat badan anggaran, bahkan interupsi di paripurna tadi sebelum palu diketok pimpinan.

"Ada masukan kami yang dijadikan catatan, ada juga yang ditolak sama sekali. Meski demikian, kami tidak berkecil hati. Fraksi PSI DKI akan terus berjuang untuk mengawasi penggunaan anggaran, terutama anggaran kegiatan yang kami beri catatan.” Ujarnya.

Kegiatan lain yang dikritisi Fraksi PSI dalam rapat pembahasan RAPBD 2020 DKI Jakarta antara lain; revitalisasi bunderan HI sekitar Rp. 60 miliar, Pembangunan/peningkatan JPO sebesar lebih dari Rp. 130 miliar, rekening belanja-belanja bahan/bibit tanaman Rp. 148 miliar, dan Pembangunan Pengendalian Banjir melalui Naturalisasi Kali/Sungai, Waduk/Situ/Embung dan kelengkapannya yang anggarannya mencapai lebih dari Rp. 288 miliar.(Rilis PSI/Redaksi)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top