Terungkap Pembunuh Wanita di Kebun Kopi, Berawal dari Bis Antar Kota, Berakhir di Jeruji Besi. - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Terungkap Pembunuh Wanita di Kebun Kopi, Berawal dari Bis Antar Kota, Berakhir di Jeruji Besi.

Berita Daerah
terungkap pembunuh wanita di kebun kopi berawal dari bis antar kota berakhir di jeruji besi
Tersangka Fikri, saat digelandang Tim Libas Polres Pagaralam

MEGAPOLITANPOS, Pagar Alam-Berakhir sudah predikat yang disandang Fikri alias Fik (42) sebagai DPO Polres Pagaralam selama 3 bulan, terhitung sejak ditemukannya mayat Hernila Binti Saropi (45) di Dusun Tanjung Aro, Kelurahan Kuripan Babas Kecamatan Pagaralam Utara Kota Pagaralam Sumatera Selatan diperkebunan kopi milik warga pada hari Selasa tanggal 6 Agustus 2019 pukul 17.00 wibb lalu, pasalnya Tim Libas bentukan Satreskrim Polres Pagaralam dibawah komando Iptu Acep Yuli Sahara berhasil membekuk Fikri ditempat persembunyiannya di Gunung Keruh Kelurahan Pematang Taluh Kecamatan Jabung Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung pada Rabu (20/11).

Seperti diberitakan sebelumnya, pada selasa (6/8/2119) sekitar pukul 17.00 wibb warga dusun Tanjung Aro dihebohkan atas penemuan sesosok mayat bersimbah darah dengan luka gorok dibagian leher yang nyaris putus tergeletak diperkebunan kopi milik warga. Aparat kepolisian setempat segera melakukan identifikasi, mayat tersebut ternyata Hernila (45) tercatat sebagai warga dusun Ujan Mas, Kelurahan Jangkar Mas Kecamatan Dempo Utara Kota Pagaralam yang sehari-harinya bekerja sebagai wira usaha dibidang sayur-mayur.

Dengan minimnya informasi yang didapat, awalnya pihak kepolisian kesulitan mencari siapa pembunuh Hernila. Barulah sekitar 1 bulan sejak kejadian, aparat mendapatkan titik terang setelah Smartphone milik korban teridenfikasi keberadaannya di Kabupaten Empat Lawang dan berada ditangan Jhon (40) yang tidak lain adalah teman Fikri. Dari kicauan Jhon didapatlah nama Fikri alias Fik warga Desa Bruge Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang yang menitipkan Smartphone kepada dirinya, dan mengaku habis membunuh korban.

Berawal dari informasi Jhon, polisipun melakukan pengejaran selama lebih kurang 2 bulan, hingga tertangkapnya Fikri dipersembunyiannya di Lampung.

Sementara itu saat dibincangi Megapolitanpos, Fikri alias Fik yang telah menduda karena bercerai dengan istrinya yang juga warga Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang, menuturkan motif pembunuhan dan awal mula perkenalannya dengan korban.

Awal mula perkenalan Fikri dan Hernila saat keduanya menumpang bis Sriwijaya menuju Palembang, keduanya mengobrol dan bertukar nomor handphone," Waktu itu dia (Hernila) bersama suaminya ", tutur Fikri memulai kisahnya.

Bermula dari tukar nomor hanphone, dirinya dan korban sering berkomunikasi hingga terjadi pertemuan kedua, di Pagaralam. Pada pertemuan tersebut, korban sempat meminjam uang sebesar 500 ribu rupiah kepada tersangka dan berjanji akan segera dikembalikan. Namun setelah sekian lama dan sering ditanyakan atau ditagih, korban belum juga mengembalikan uang pinjamannya dan pada hari naas terbut (Selasa, 6/11/19) sekitar pukul 09.00 Fikri mendatangi Hernila di Kota Pagaralam, karena Hernila menjanjikan membayar hutangnya.

"Kami pergi dengan mengendarai motornya (Motor Herlina), namun dia belum bisa membayar hutangnya, kami sempat bertengkar dan adu mulut, saya kesal lalu timbul niat saya untuk menghabisi dia, sekitar pukul 11.00 Herlina saya sembelih (gorok) dan mayatnya saya lempar disemak-semak dekat kebun kopi", Cerita Fikri.

Fikripun mempereteli barang milik korban, seperti handphone dan membawa serta motor Honda Beat nopol 3630 WF milik korban menuju Pendopo Kabupaten Empat Lawang.

Sesampainya di Pendopo, Fikri menemui Jhon temannya dan menceritakan bahwa dia baru saja membunuh orang, Fikri lalu menitipkan Handpohe dan motor kepada Jhon untuk segera dibakar guna menghilanhkan jejak.

Fikripun mulai melakukan pelarian, dengan menggunakan travel dia menuju Kota Bandar Lampung selama beberapa hari. Mengetahui kelakuannya membunuh korban Herlina mulai tercium polisi dari handphone yang ternyata tidak dibakar oleh Jhon melainkan dijual, Fikripun mulai gelisah dan berangkat menuju Tanggerang, tepatnya di daerah Sepatan, selama dua bulan diSepatan Fikri bekerja sebagai sopir dumptruk. Merasa tidak tenang dikejar rasa bersalah, Fikri sempat ingin menyerahkan diri. Namun dia memituskan untuk kembali ke Lampung Timur, menumpang di Kandang ayam milik keluarganya, hingga polisi dari tim Libas Polres Pagaralam berhasil membekuknya.

Kini, Fikri yang mengalami luka tembak dikaki bagian kiri harus mempertanggung jawabkan perbuatan bejatnya, dengan menghabiskan waktu dibalik jeruji besi setidaknya selama 20 tahun kedepan.

Sementara Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara dalam rilis yang disampaikannya pada Kamis sore (21/11) dimapolres Pagaralam mengatakan bahwa sementara ini diperoleh keterangan motif pelaku Fikri menghabisi Hernila adalah untuk menguasai barang milik korban.

"Kita masih melakukan pendalaman terhadap motif pembunuhan, sementara ini Fikri beserta barang bukti telah kita amankan dimapolres Pagaralam setelah dijemput dari mapolda Sumsel dan kepadanya disangkakan melanggar Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau hukuman seumur hidup", jelas Kapolres.(JF)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top