Lieus Dijuluki Aktivis Tionghoa Pembela Kaum Jelata - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Lieus Dijuluki Aktivis Tionghoa Pembela Kaum Jelata

Info Aktivis
lieus dijuluki aktivis tionghoa pembela kaum jelata
Lieus Saat Demo dg FPI

Jakarta-megapolitanpos.com- Politik dan ekonomi merupakan domain penting dalam pengembangan esensi peradaban sebuah negara, saat kaum minoritas dibatasi semua ruang geraknya. Tokoh Tionghoa yang satu ini lebih memilih melawan arus yang ada, demi menjaga akselerasi kerukunan umat dan persatuan Indonesia seutuhnya. Jiwa Nasionalisme dan kepeduliannya terhadap masyarakat, membuat ia dikagumi oleh banyak sahabat serta kalangan lintas pluralism.

Dimata seorang Politisi Golkar, H. Ariady Achmad Lieus Sungkharisma merupakan pribadi yang hangat dan menyenangkan. Latar belakangnya dari kelompok minoritas tak pernah menghalangi untuk menjalin persahabatan kepada siapapun, tanpa membedakan, warna kulit, agama, sosialita dan strata social yang ada. “kami saling menghargai dan menghormati pilihan dan keyakinan masing-masing,” tukasnya. Staff Khusus Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas ini mengatakan Lieus merupakan sosok yang blak-blakan jika mengemukakan pendapat. Nyerocos saat bicara.

Bahkan nyaris seperti taka da yang bisa menghalanginya saat ia coba mengungkapkan isi hatinya. Namun tak jarang muncul ungkapan yang mengundang tawa. “itulah Lieus Sungkharisma. Saya mengenalnya diarena diskusi dan pertemuan kalangan aktivis di Jakarta. Ia aktif menghadiri diskusi Reboan yang digelar Indemo pimpinan Hariman Siregar.” Terang Ariady. Lanjut Ariady menambahkan, tak seperti kebanyakan keturunan Tionghoa yang lebih suka berdagang atau berbisnis.

Pria kelahiran 11 Oktober 1959 ini lebih memilih melawan arus. Menjadi aktivis sosial kemasyarakatan dan tetap tidak meninggalkan darah bisnis yang dibawanya sejak lahir. “Lieus Sungkharisma bukan aktivis pinggiran. Namanya berkibar saat menjadi Ketua Umum Partai Reformasi Tionghoa Indonesia (PARTI-red). Inilah Partai yang didirikan saat awal reformasi bergulir.” Tegasnya. Seraya mengagumi, Ariady menilai Lieus sangat mengerti langkah apa yang dilakukannya dalam menjaga kerukunan dan persatuan social mayarakat.

Baginya partai hanyalah sarana, tidka lebih. Meski menggunakan nama Tionghoa, partai tersebut sejatinya adalah bentuk ungkapan Lieus dalam mewujudkan jiwa nasionalisme ke – Indonesia – an. “membuncah dada Lieus jika bicara nasionalisme,” katanya. Sebagai warga keturunan tak mudah bagi Lieus menjalani sebagai aktivis. Namun dia hadapi semua cibiran dan ejekan. Baginya, menjadi aktivis adalah cara agar bisa memberikan manfaat bagi bangsa yang dia cintai.

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top