WARGA KAMPUNG LUAR BATANG MENOLAK PENGGUSURAN - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

WARGA KAMPUNG LUAR BATANG MENOLAK PENGGUSURAN

Info Aktivis
warga kampung luar batang menolak penggusuran
gambar di ambil dari google

Megapolitanpos.com menerima Press Release dari Sekretaris Masjid Keramat Luar Batang sebagai berikut:

1.Kampung Luar Batang adalah bagian utuh dari Kota Tua Jakarta, kampung tertua di Jakarta dan Kampung Pusaka Kampung Luar Batang berlokasi di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Kampung ini adalah permukiman tertua di Jakarta. Studi menunjukkan keberadaan kampung ini setidaknya sejak tahun 1630. Masjid tua di Kampung Luar Batang menarik pengunjung, tidak hanya dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam, Hadramaut, Timur Tengah bahkan Amerika, belum lama ini Duta Besar Australia, bahkan Presiden Republik Indonesia pun berkunjung ke Masjid Luar Batang. Kampung Luar Batang adalah bagian utuh dari Kota Tua Jakarta, karena berada dalam satu kesatuan dengan kawasan Zona 1 Kota Tua Jakarta. Pada awalnya perkampungan ini lahir untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal yang dekat dengan tempat bekerja di pelabuhan. Berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta 1070 Tahun 1990 tentang Pengembangan dan Pembangunan Kawasan Wisata Bahari Sunda Kelapa, Kawasan Sunda Kelapa dan sekitarnya adalah kawasan bersejarah dengan akar sosial budaya yang kental. Oleh karena itu lingkungan dan kawasan Sunda Kelapa harus dilindungi dari pengembangan dan kegiatan yang dapat merusak lingkungan. Terkait dengan hal ini, Kampung Luar Batang sudah seharusnya dijaga keberadaan dan kelestariannya

2.Warga tidak membutuhkan jalan inspeksi dan Plaza Di Kampung Luar Batang terdapat Masjid bersejarah yaitu Masjid Keramat yang di dalamnya terdapat kompleks makam Ulama terkenal Al Habib Husein Bin Abubakar Alaydrus. Menurut kisahnya, al-Habib Husein adalah seorang Pensyiar dari Hadramaut yang pada tahun 1736 datang ke Batavia dan mendirikan surau pada sebidang lahan pemberian salah satu Gubernur Jenderal Belanda. Habib sering didatangi orang dengan tujuan untuk belajar agama. Setelah meninggal pada Juni 1756, maqomnya menjadi tujuan ziarah. Legenda penduduk mengatakan bahwa ketika jenazah Al-Habib Husein diusung dalam kurung batang (‘keranda’) ditandu ke kuburan Tanah Abang, namun ketika sampai di kuburan jenazahnya sudah tidak ada lagi, dan ternyata tetap berada di dalam kamar rumahnya. Hal ini terjadi beberapa kali, sehingga disepakati jenazah dimakamkan di rumahnya, yang karenanya karena kejadian tersebut kemudian nama kampung pun berubah menjadi Luar Batang. Secara historis, Masjid Luar Batang memang berada dekat dan dikelilingi rumah warga, menjadi bukti akan kedekatan/keutuhan keseharian warga Luar Batang dengan masjid. Rencana keberadaan plaza dan jalan inspeksi akan merusak tatanan harmoni dan morfologi kampung yang unik, sama halnya menghancurkan akar sejarah, akar budaya, akar sosial dan akar keagamaan Masyarakat.

3.Solusi peningkatan kualitas kampung dan kepemilikan tanah serta rumah: Tunaikan janji peningkatan kualitas kampung; luas rumah dan tanah yang dimiliki warga harus sama persis dengan tanah mereka sebelumnya Warga Kampung Luar Batang mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan juga Pemerintah Pusat untuk memberikan solusi peningkatan kualitas seluruh kampung di Jakarta (bukan hanya Kampung Luar Batang saja) secara partisipatif tanpa penggusuran bahkan membantu Warga dalam kepemilikan Hak atas tanah yg dimilikinya. Program Kampung Deret yang dijanjikan Pemerintah dapat menjadi salah satu solusi. Warga Kampung Luar Batang mendesak Pemerintah untuk membantu hak kepemilikan masyarakat atas tanahnya dan melindungi Kampung Pusaka Luar Batang, agar tidak lagi diancam oleh penggusuran, pencaplokan tanah dan penyingkiran oleh pemodal besar.

4.Jangan jadikan Masjid sebagai museum atau memperlakukannya seperti monumen, karena masjid dan rumah penduduk adalah satu kesatuan yang utuh Kampung Luar Batang dan masjidnya adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Penggusuran kampung dan pemindahan warganya ke luar wilayah kampung akan mematikan kehidupan sosial Masjid. Masjid Luar Batang tidak boleh dijadikan hanya sekedar tempat wisata, museum atau Monumen. Masjid yang berada di tengah-tengah pemukiman penduduk ini pada awalnya hanya berupa bangunan musholla yang digunakan Al Habib untuk menyebarkan agama Islam dan sekaligus tempat pengajian. Dengan demikian, Masjid Luar Batang bersejarah sebagai masjid kampung yang sangat lekat dengan warganya hingga sekarang. Masjid Luar Batang adalah satu kesatuan dengan Kampung Luar Batang dan warganya dan tidak dapat dipisahkan.

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top