Lima Desa Terdampak Gunung Sinabung, Awal Oktober 2019 Bisa Kembali ke Desanya - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Lima Desa Terdampak Gunung Sinabung, Awal Oktober 2019 Bisa Kembali ke Desanya

Peristiwa
lima desa terdampak gunung sinabung awal oktober 2019 bisa kembali ke desanya
Rapat menyoal pemulangan pengungsi lima desa terdampak Gunung Sinabung

MEGAPOLITANPOS.COM, TANAH KARO -
Sejak Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Badan Geologi (PVMBG) menyampaikan bahwa aktifitas Gunung Sinabung mengalami penurunan status dari level IV kondisi status awas menjadi status III dengan kondisi status siaga pada 20 Mei 2019 lalu, dampak penurunan status berpengaruh dari zona merah 5-7 KM menjadi 3-5 KM.

Bupati Karo, Terkelin Brahmana, menanggapi hal tersebut kepada warga yang telah mengungsi agar dapat pulang ke desa asalnya masing masing. Disebutkan yakni, Desa Tigapanah, Desa Jeraya, Desa Pintumbesi, Desa Kuta Tengah dan Desa Kutagugung.

"Upaya akan membentuk tim untuk melakukan penjemputan dan sosialisasi bahwa kondisi Gunung Sinabung telah mengalami penurunan status dari apa yang disampaikan oleh pusat Vulkanologi Mitigasi dan Badan Geologi." kata, Bupati saat menggelar rapat menyoal Gunung Sinabung di Ruang Rapat Kantor Bupati. Sabtu, (14/09/2019)

Terkelin menambahkan, ini sudah kita rencanakan dan kita tunggu anggaran dari pihak BPBD Provinsi Sumatera Utara, sebab sebelumnya sudah kita ajukan sesuai kebutuhan Pemerintah Kabupaten. "Kelima desa yang terdampak itu sudah ditinggalkan sejak tahun 2014, sehingga warga sangat membutuhkan sarana fasilitas umum lainnya dan itu harus dipersiapkan." tandasnya.

Bupati menyebutkan sejumlah fasilitas lainnya yang tidak ada dalam anggaran seperti Jambur dan sarana air bersih, oleh sebab itu sudah disampaikan permohonan bantuan kepada pemerintah tingkat provinsi.

Pada kesempatan itu, Kepala BPDB Provinsi, Riadil Akhir Nasution, mewakili pemerintahan Provinsi Sumatera Utara membenarkan dan diakui bahwa pihak Pemkab Karo telah mengajukan kebutuhan dana ke pihak Provinsi terkait pemulangan pengungsi lima desa ke desa asal.

"BPBD Provinsi Sumatera Utara akan nantinya akan menggunakan dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) menyiapkan sarana tersebut dari rumah dan kebutuhan pemulangan warga yang hendak di evakuasi dan pembangunan portal zona merah." ujarnya.

Riadil Akhir Nasution menambahkan, jumlah dana yang kami salurkan sesuai kebutuhan bagi mereka pengungsi sebanyak 1.100 kepala keluarga (kk) di Anggaran BPBD Provinsi senilai Rp. 7.542.157.500.

Ditempat yang sama, Kalak BPBD Karo Ir.Martin Sitepu mengatakan, pihaknya siap untuk menjalankan pemulangan pengungsi namun masih menunggu tim dari pihak Kodam I/BB selaku koordinator pemulangan pengungsi yang akan melaksanakan Karya Bakti.

"Bagi warga yang dipulangkan nantinya ke desa asal jika membutuhkan Karya Bakti di desanya, untuk membantu pembersihan dan diperlukan peran tim Kodam I/BB yang mengerjakan sesuai perintah pimpinan atas." harapnya.

Dari sisi jadwal, Kabid Logistik Natanael Perangin Angin menerangkan pemulangan pengungsi akan dipastikan sesuai jadwal yang telah disusun dan direncanakan. "Dilaksanakan pada awal bulan Oktober 2019, anggaran sudah ada dari BPBD provinsi dan usai rapat ini kita akan langsung Assasmen ke lapangan bersama semua tim agar pihak Kodam I/BB juga akan mendata rumah rumah yang layak untuk diterapkan karya bakti sesuai fakta dilapangan." pungkasnya. ** (Bz.laia)


Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top