KRAR Jabodetabek & Cilegon 2019, Granada Andalusia Raih Juara 1 - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

KRAR Jabodetabek & Cilegon 2019, Granada Andalusia Raih Juara 1

Pendidikan
krar jabodetabek cilegon 2019 granada andalusia raih juara 1
Direktur PP-IPTEK Kemenristekdikti, M.Sachrial Annas menyerahkan hadiah juara 1 yang diraih oleh Granada Andalusia H. dari SMAN 90 Jakarta yang diraih

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta : Berlokasi di area Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Untuk ke-13 kalinya sejak tahun 2013 menyelenggarakan Kompetisi Roket Air Regional (KRAR) Jabodetabek dan Cilegon 2019.

Baca juga : https://www.megapolitanpos.com/detail/13830/menambah-wawasan-generasi-muda-dibidang-antariksa-pp-iptek-kembali-gelar-kompetisi-roket-air

Acara yang berlangsung sejak 7 – 8 September 2019 tersebut mengundang banyak peserta, sebanyak 404 peserta terdiri dari 93 sekolah SMP - SMU sederajat. Kompetisi (KRAR)ini terdiri dari 2 sesi, yakni pembuatan roket air danpeluncuranroket air.

Setelah dilakukan Penilaian dan didasarkan pada skor terbaik dari dua peluncuran yang merupakan jarak terpendek jatuhnya roket terhadap titik pusat target. Maka Tim Dewan Juri KRAR yang terdiri dari Dr. Hadi Nasbey dari Universitas Negeri Jakarta ( UNJ), Riki Ramdani Saputra dari Pustekroket Lapan, dan Ihsan Surur dari PP-IPTEK Kemenristekdikti mengumumkan para pemenang sebagai berikut :

  • Juara 1 : Granada Andalusia H. dari SMAN 90 Jakarta dengan nilai 0,09
  • Juara 2 : Syauqi Najla Khonza Setiawan dari SMP Assalam Gunung Putri Bogor dengan nilai 0,11
  • Juara 3 : Syahrozad Zalfa Nadia dari MTsPembangunan UIN dengan nilai 0,39
  • Juara Harapan 1 : Luthfi Dwi Andika dari MTsN 3 Bogor dengan nilai 0,62
  • Juara Harapan 2 : Maximus Uzla Gunawan dari SMP Tunas Agung Tangerang dengan nilai 0,97
  • Juara Harapan 3 Syahla Pridehan dari SMP Kosgoro Bogor dengan nilai 1,90
Kompetisi roket air merupakan ajang adu keterampilan bagi pelajar usia 12 16 tahun di bidang teknologi antariksa, dimana roket air digunakan sebagai media dalam menjelaskan prinsip sains yang dikenal dengan Hukum Newton.

" Kita seolah- olah membuat roket sungguhan," ujar Direktur PP- IPTEK M.Sachrial Annas di Jakarta, Minggu (8/9/2019).

Menurut Sachrial, tujuan kompetisi roket air, adalah untuk menumbuh kembangkan minat, kreatifitas, dan inovasi pelajar Indonesia terhadap pengembangan teknologi kedirgantaraan.

“ Selain untuk mewadahi potensi bidang sains bagi generasi muda untuk terus berkembang dan turut berperan serta dalam kemajuan teknologi dibidang antariksa. Dan kita berharap anak- anak lebih mencintai Science dan kedepan mereka mau berkecimpung dalam science bahkan mau menjadi Scientist," ujar Sachrial.

Sachrial menambahkan, selain para pemenang mendapat piala dari PP IPTEK, para pemenang nantinya akan diikut sertakan dalam Kompetisi Roket Air Nasional ( KRAN ) yang rencananya akan berlangsung pada tanggal 27 - 30 September 2019 di PP-IPTEK, Jakarta.

Di acara yang sama, Kepala Divisi Program dan Pendidikan PP IPTEK, Putu Lia Suryaningsih mengatakan Penilaian KRAR diambil jarak yang terdekat dengan target, baik dari peluncuran sesi 1 maupun sesi 2. Setelah penilaian, 50 pemenang terbaik berhak melanjutkan ke tingkat nasional.

" Penilaian pemenang mengacu pada ketentuan / peraturan Internasional ( Asia Pasifik), berbeda- beda sesuai dari Negara penyelenggara,"ujar Putu Lia.

KRAR dilakukan sebagai tahap awal dari kompetisi roket air selanjutnya, yakni Kompetisi Roket Air Tingkat Nasional (KRAN) dan Kompetisi Roket Air Internasional se-Asia Pasifik (KRAI) yang tahun ini akan diselenggarakan oleh Asia Pacific Regional Space Agency Forum (APRSAF) di Jepang bulan November mendatang.

Sementara itu Peraih Juara pertama KRAR REGIONAL JABODETABEK & CILEGON 2019,Granada Andalusia H. dari SMAN 90 Jakarta menuturkan, dirinya merasa bersyukur berkat Doa serta dorongan Orang tua, guru dan teman-temannya dapat keluar sebagai pemenang pertama dalam lomba tersebut.

“ Bangga juga terharu, sebab tidak menyangka juga bisa menjadi pemenang pertama, ini tidak lepas dari dukungan dan doa orang tua, guru serta teman-teman,” ungkapnya.

Granada yang berhasil mencatat nilai 0,09 m2 mengaku sempat kesulitan ketika arah angin berubah-ubah, namun dirinya tetap optimis dan berusaha semaksimal mungkin agar dapat meraih nilai yang terbaik.

“ ya peluncurannya kan tergantung arah angina, jadi agak melayang-layang gitu,” katanya.

Walau dirinya berhasil sebagai juara pertama, Granada berharap kepada teman-temannya untuk terus berusaha dan tidak putus asa dalam lomba selanjutnya.

“ kan masih banyak kesempatan, dan semoga ada yang bisa mengalahkan rekor saya, dan ada dari Indonesia yang bisa memenangkan KRAR tingkat Internasional,” pungkasnya.(Alex)

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top