Deputi BNPB, Wisnu : Aspek Tata Ruang Pemindahan Ibu Kota dan Musim Kering Berdampak Kebakaran Hutan - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Deputi BNPB, Wisnu : Aspek Tata Ruang Pemindahan Ibu Kota dan Musim Kering Berdampak Kebakaran Hutan

Jakarta Pusat
deputi bnpb wisnu aspek tata ruang pemindahan ibu kota dan musim kering berdampak kebakaran hutan
ilustrasi

MEGAPOLITANPOS.COM, JAKARTA -
Deputi Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB), Ir. Bernardus Wisnu Widjaja., M.Sc mengatakan, aspek tata ruang dan pengelolaan lingkungan penting diutamakan dalam perencanaan pembangunan ibu Kota Baru.

"Pengelolaan risiko bencana sangat penting sehingga bisa dicegah sejak dini dan semua risiko harus dikenali dan dikendalikan sejak dini. Kuncinya pada tata ruang dan pengelolaan lingkungan,"kata, Wisnu dalam wawancara dengan Jurnalis Megapolitanpos.com di Jakarta, Minggu, (08/09/2019)

Selain itu, ia menyebutkan bahwa saat ini Indonesia seperti apa yang dikabarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) negara kita sedang mengalami musim kering yang cukup panjang, oleh sebab itu pastinya banyaknya terjadi kebakaran hutan.

"Dalam antisipasi BNPB telah menyiapkan hampir 40 pesawat helikopter terdiri dari jenis Sikorsky, MI 171, dan Camov guna persiapan pemadaman api. Dilokasi telah disiapkan hampir 9 ribu lebih personil TNI, POLRI dan juga sipil untuk kelokasi rawan kebakaran." terangnya.



Deputi Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),Wisnu Widjaja.

Dijelaskannya, maksud dan tujuannya adalah lebih kepada langkah pencegahan (preventif) dengan menghimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, karena hampir 99 persen kebakaran itu terjadi akibat dibakar dan bukan karena sebab alam.

"Kekeringan yang berdampak kebakaran terjadi ada tiga hal yaitu, karena ada panas, ada bahan bakaran, dan harus ada oksigen. Nah bahan bakaran itu paling banyak di daerah gambut hingga sangat mudah terbakar." ungkapnya.

Diakhir Wisnu menjelaskan, proritas tahun 2019 yang menjadi sasaran prioritas lokasi rawan terjadi kebakaran ada di 6 provinsi pada daerah tertentu telah disiagakan yaitu, Provinsi Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.

"Penempatan personil hampir 9 ribu orang, di setiap provinsi tersebut belum lagi ditambah dan mensiagakan 1512 orang personil diluar BNPB yaitu dari jumlah personil di pemerintahan setempat atau Bagian Kegiatan Operasional (BKO) pada setiap daerah." tutupnya. ** (Stefan)

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top