KADIN-BSN Dorong Standardisasi Produk UMKM - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

KADIN-BSN Dorong Standardisasi Produk UMKM

Peluang Usaha
kadin-bsn dorong standardisasi produk umkm
Kepala BSN Bambang Prasetya - Kepala BSN Bambang Prasetya

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta : Perjanjian Agreement on Technical Barriers to Trade (TBT) dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). memberikan kesempatan bagi anggota WTO untuk melakukan perdagangan secara adil dan transparan. Untuk mencapai hal tersebut setiap negara diharuskan untuk melaksanakan pemenuhan kewajiban terhadap perjanjian khususnya terkait prinsip non diskriminasi dan transparansi terhadap pemberlakuan standar dan penilaian kesesuaian.

Pemenuhan terhadap regulasi negara tujuan menjadi sangat penting dalam meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar global. Sampai dengan saat ini Indonesia telah menotifiaksi 255 dokumen dan hal ini masih di bawah Malaysia Thailand dan vietnam di kawasan Asean. Dari 3000 total jumlah notifikasi anggota WTO lainnya, Indonesia hanya menanggapi tidak lebih dari 10%.

“Kita akan berkolaborasi dengan Kadin, untuk menyusun SNI terutama dengan kalangan industry. Ini dimaksudkan agar SNI lebih implementatif,” kata Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya, pada acara FGD “ Pemanfaatan TBT WTO Agreement dalam Menembus Pasar Perdagangan Global bagi Industri “ di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Menurutnya, Badan Standardisasi Nasional (BSN) akan terus menyusun standardisasi yang lebih implementatif. Kegiatan tersebut dilakukan kerjasama dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin).

“ SNI ini ibarat pagar. Dengan cara memberikan pagar pengaman maka industry kita bisa tumbuh terus tidak hanya ditingkat nasional tetapi juga internasional,” katanya.

Bambang menambahkan, Selain dengan Kadin, BSN sudah bekerjasama dengan 14 pimpinan asosiasi yang terkait dengan standardisasi. Tugas asosiasi termasuk Kadin adalah menggerakkan para pelaku usaha agar memiliki standar. “Ibarat sopir, kalau sudah punya SIM maka dia bebas kemana-mana. Itu juga SNI, kalau suatu produk sudah punya SNI maka produk tersebut bisa main di pasar local dan pasar internasional,” tambah Bambang.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Kadin bidang UMKM dan Koperasi, M Lutfi mengatakan Kadin akan melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pentingnya SNI bagi pelaku usaha UMKM. Karena UMKM masih sangat rendah kesadarannya untuk memiliki SNI. “Memang masih belum menggembirakan UMKM yang punya SNI, baru sekitar 10 persen,” kata Lutfi.

Kendalanya antara lain ketidakmengertiannya akan pentingnya SNI, keterbatasan modal dan kurang paham manfaat SNI. Karena itu Kadin akan terus mengadvokasi pelaku UMKM terkait manfaat SNI ini.

Selain itu, pihaknya juga mengingatkan kepada para pelaku usaha agar mengikuti aturan standardisasi, seperti misalnya untuk industri makanan dan minuman maka harus ada izin edar yang dikeluarkan oleh Badan POM. "Sedangkan untuk industri kecil dan menengah harus ada SNI yang menjadi syarat mutlak kompetensi di skala global," pungkasnya.(AS)



MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top