Tujuh Perusahaan Incar Petani Tembakau di Pamekasan, 17 Ribu Ton Diserap - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Tujuh Perusahaan Incar Petani Tembakau di Pamekasan, 17 Ribu Ton Diserap

Peristiwa
tujuh perusahaan incar petani tembakau di pamekasan 17 ribu ton diserap
Petani Tembakau di Kabupaten Pamekasan

MEGAPOLITANPOS.COM, PAMEKASAN -
Masa panen daun tembakau atau daun emasnya petani tembakau di Kabupaten Pamekasan, sehingga menjadi berkah dan mempunyai nilai yang sangat besar.

Di masa tanam saat ini, tak heran jika daun emas tersebut menjadi incaran tujuh perusahaan rokok ternama sebagai pembeli dari hasil petani di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan disampaikan oleh Kepala Bidang Pengawasan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pamekasan, Imam Hidajad menjelaskan bahwa pada musim tembakau kali ini telah menjadi target oleh tujuh pabrik rokok sebagai pembeli hasil dari petani tembakau di Kabupaten Pamekasan.

"Petani tembakau telah mampu menghasilkan sebanyak 17.800 ton untuk kebutuhan perusahaan." katanya. Selasa, (06/08/2019)

Kabid menyebutkan, tujuh perusahaan rokok tersebut masing-masing yaitu, PT. Gudang Garam, Djarum, Sampoerna, PT. Bentoel, PT. Sukun, PT. Nojoroni dan PT. Wismilak.

"Untuk PT. Gudang Garam memerlukan sebanyak 5000 ton, PT. Bentoel 1.500 ton, PT. Djarum 9000 ton, PT. Sadhana Arif Nusa/HM Sampoerna (kemitraan) 400 ton, PT. Nojorono 800 ton, PT. Sukun 600 ton dan PT. Wismilak sebanyak 500 ton, dan jumlah keseluruhannya 17.800 ton," terangnya.

Kabid menerangkan lebihlanjut bahwa dalam hal ini Pemerintahan Kabupaten Pamekasan telah menetapkan Break Even Point (BEP) tembakau 2019 sebesar Rp. 42.600 per kilo gramnya, dan penetapan BEP sudah disepakati dalam acara sosialisasi dengan pihak terkait seperti pabrikan, OPD dan para kelompok tani.

"Perhitungannya dengan harga tembakau dan itu bisa saja diatas dan bisa saja dibawah BEP yang telah ditetapkan oleh pemerintah." lanjutnya.

Menurutnya, hal perubahan itu bisa terjadi karena harga tembakau diukur dari mutu dan kualitasnya yang ditentukan oleh cuaca. Misalnya, jika cuaca baik dan mendukung maka nilainya akan naik. Namun sebaliknya, nilai harganya pun otomatis akan turun. ** (Diyah)


Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top