LMK Se-Kecamatan Pancoran,Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Manggarai - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

LMK Se-Kecamatan Pancoran,Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Manggarai

DKI Jakarta
lmk se-kecamatan pancoranserahkan bantuan korban kebakaran manggarai
Mewakili LMK, Bang Rivai dan Bang Lutfi dari Rawajati dan Kalibata

Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) se Kecamatan Pancoran Serahkan Bantuan ke Korban Kebakaran Manggarai

Tergerak membantu warga korban kebakaran di RW 07 Manggarai, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) se Kecamatan Pancoran melakukan penggalangan dana dari para anggota LMK setiap kelurahan se Kecamatan Pancoran. Selama dua hari penggalangan dana, (17/7-18/7) telah terkumpul uang sebesar 3.750.000 rupiah. Dana tersebut berasal dari kantong pribadi masing-masing anggota LMK setiap kelurahan se Kecamatan Pancoran. Kecamatan Pancoran memiliki 6 Kelurahan, yaitu Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Pancoran, Cikoko dan Duren Tiga.

Sabtu siang (20/7/ 2019) hari ini, tepatnya pukul 14.30 WIB, LMK se Kecamatan Pancoran yang diwakili oleh Ketua Forum Silaturahim LMK se Kecamatan Pancoran Rivai Hutapea dan anggota LMK Kelurahan Kalibata Muchtar Lutfi mendatangi lokasi warga yang terkena kebakaran.

Usai menyapa dan menyalami para korban, mereka menyerahkan dana yang terkumpul tersebut langsung ke warga korban kebakaran. Dana bantuan LMK se Kecamatan Pancoran ini diterima oleh perwakilan warga Dian Jumardiansah dan Sandi Ali yang disaksikan langsung oleh warga di posko penerimaan bantuan korban kebakaran Manggarai. “Jumlahnya memang tidak banyak. Namun, ini sebagai bentuk rasa peduli dan didasari dorongan kuat seluruh anggota LMK se Kecamatan Pancoran ingin meringankan beban saudara-saudara kami yang tertimpa musibah,” ungkap Rivai. “Kami juga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dan kepedulian para anggota LMK se Kecamatan Pancoran. Semoga Allah memberi ganjaran yang lebih baik,” balas Dian Jumardiansah.

Pada Rabu (10/7) siang lalu, terjadi kebakaran dahsyat yang menghanguskan rumah warga di 6 RT di RW 07 Manggarai. Awalnya, kebakaran terjadi di RT 12 kemudian merembet ke RT 11 dan 13. Karena kobaran api yang besar, api lanjut menyambar pemukiman warga di RT 10, 5 dan 4. Dari data di lapangan, sekitar 169 rumah hangus terbakar. Ada sekitar 300 KK dengan lebih dari 1400 orang yang terpaksa mengungsi karena rumahnya rata dengan tanah.

Warga Menanti Uluran Tangan
Ditemani dua orang warga, sekaligus juga relawan di posko penerimaan bantuan korban kebakaran Manggarai, yaitu Dian Jumardiansah dan Sandi Ali, Sabtu siang (20/7) perwakilan LMK se Kecamatan Pancoran Rivai Hutapea dan Muchtar Lutfi mengelilingi rumah-rumah warga yang hangus termakan api, terutama di lokasi yang terkena kebakaran parah, yaitu di RT 4, 5, 10, 11, 12 dan RT 13 RW 07 Kelurahan Manggarai.

Secara umum, kondisi warga dan rumah mereka yang terbakar, cukup mengenaskan. Mayoritas atap rumah warga yang terbakar, jebol dan kini warga beratapkan langit. Sebagian rumah, terutama yang berpondasi dari kayu, rata dengan tanah. Dinding bangunan yang bersasal dari kayu terlihat angus menjadi arang berwarna hitam. Menempel di reruntuhan bangunan rumah warga.

Sebagian bangunan lainnya, terutama yang permanen masih terlihat, namun tidak lagi utuh. Dinding hebelnya sebagian retak-retak, tidak lagi mulus. Bahkan, tidak sedikit juga yang jebol tak kuat menahan panas kebakaran. Tentu tidak lagi layak untuk dihuni sebagai tempat tinggal.

Kondisi warga korban kebakaran lebih mengenaskan lagi. Karena tak lagi layak huni, sebagian dari mereka terpaksa mengungsi ke rumah tetangga atau ke rumah saudara mereka yang tak jauh dari lokasi kebakaran. Sesekali mereka mendatangi rumahnya yang terbakar, pasrah karena tak tahu lagi harus berbuat apa.

Warga yang tetap bertahan di lokasi rumah mereka yang terbakar, jauh lebih memprihatinkan. Beralaskan kain-kain dan kardus seadanya, mereka ngedeplok saja di atas reruntuhan rumah mereka yang terbakar. Tidur dan istirahat beralaskan kayu, batu batu reruntuhan rumah mereka dan beratapkan langit. Bergumul dengan anyir asap kayu bekas kebakaran dan debu reruntuhan bangunan.

Untuk mengurangi sengatan terik panas matahari di siang hari, banyak warga yang menutup atap rumah mereka dengan terpal seadanya dari bantuan para donatur atau dari sisa-sisa kain milik mereka yang masih utuh. Kain-kain atau terpal mereka pakai sebagai alas tidur di malam hari. Hanya sebagian kecil yang berselimut. Sedangkan kebanyakan warga terlelap tidur tanpa peduli lagi sengatan nyamuk dan tusukan udara dingin malam hari. Semuanya, mereka lakukan karena terpaksa.

Tak hanya terancam sesak napas, jika terus menerus tinggal di sana, warga yang tinggal di reruntuhan bangunan rumah mereka yang terbakar juga terancam berbagai penyakit. Ini lantaran sumber air tempat mengambil air warga yang masih utuh akibat kebakaran hanya ada satu di lokasi. Tidak memadai untuk mengcover kebutuhan air bersih ribuan warga yang terkena kebakaran.

Bulan Juli 2019 sebagai awal masuk sekolah anak-anak, ketersediaan fasilitas sekolah, mulai dari seragam, buku sekolah dan alat sekolah lainnya menjadi persoalan lainnya bagi warga korban kebakaran Kelurahan Manggarai. Aliran bantuan dari para donatur sedikit membantu persoalan sekolah anak-anak mereka. Paling tidak, anak-anak korban kebakaran Manggarai dapat bersekolah di awal masuk pendidikan.

Meski demikian masih banyak juga persoalan yang perlu mendapat bantuan untuk anak-anak mereka. Praktis, selama rumah mereka masih belum layak, anak-anak korban kebakaran Manggarai tidak dapat belajar maksimal. Tak hanya itu, semakin lama anak-anak tinggal di lokasi reruntuhan rumah, berbagai penyakit juga rawan mengancam hidup mereka. Penyebabnya, karena rumah mereka sudah tidak lagi layak huni dan perlu untuk mendapat bantuan.

Bantuan Urgen Korban Kebakaran Manggarai

Pasca kebakaran Rabu (1//7) lalu, saat ini warga mengharap bantuan bahan-bahan material , seperti semen, batu bata, hebel, genteng untuk membangun kembali rumah mereka yang hangus terbakar. Jumlah warga yang memiliki simpanan dana mulai membangun kembali rumah mereka, sangat sedikit. Kebanyakan dari mereka memerlukan bantuan pihak lain, khususnya pemerintah dan pihak lainnya agar dapat membeli bahan-bahan material untuk membangun kembali rumah mereka.

Yang juga urgen saat ini, terutama bagi warga korban kebakaran, yaitu ketersediaan sarana kebersihan, seperi kamar mandi, WC dan umber air yang memadai untuk keperluan sehari-hari mereka. Satu sumber air di lokasi kebakaran sangatlah tidak memadai untuk mencukup kebutuhan air dan kebersihan warga. Untuk itu, warha pun sedang mengusahakan agar sarana kebersihan ini dapat segera terpenuhi.

Tak hanya itu, warga juga memerlukan untuk kelangsungan pendidikan anak-anak mereka, seperti buku-buku bacaan dan seragam sekolah, khususnya seragam pramuka mengingat harga seragam pramuka lebih mahal ketimbang seragam sekolah lainnya. Bantuan banyak pihak sangat meringankan beban warga dan keluarganya.

Terbuka lebar ladang beramal saleh bagi semua pihak, baik swasta, terlebih lagi bagi pemerintah. Korban kebakaran Manggarai menanti uluran tangan kita semua. Saatnya ulurkan tangan kita untuk meringankan beban dan penderitaan para korban kebakaran Manggarai. Semoga uluran tangan kita menjadi pemberat timbangan amal kita di akhirat kelak, amin.



Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top