3000 Buruh Akan Unjuk Rasa Pagi Ini - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

3000 Buruh Akan Unjuk Rasa Pagi Ini

Hukum
3000 buruh akan unjuk rasa pagi ini
Unjuk Rasa Buruh Di Istana Negara

Megapolitanpos.com, Jakarta. Gerakan Buruh Indonesia (GBI) akan menurunkan 3000 buruh untuk memprotes kriminalisasi terhadap 23 buruh, 2 pengabdi bantuan hukum dari LBH Jakarta, dan 1 mahasiswa pada Rabu, 17 Oktober 2016 pukul 10.30 di Polda Metro Jaya.

Turunnya 3000 buruh bersama presiden-presiden konfederasi yang tergabung dalam GBI itu juga untuk menegaskan bahwa gerakan buruh akan terus melawan kebijakan liberalisasi ekonomi Jokowi.

Dalam siaran persnya dini hari ini (17/2) yang diterima redaksi Megapolitanpos.com. GBI menganggap bahwa kepolisian telah menerapkan pasal karet melawan penguasa (pasal 216 jo Pasal 218 KUHP) untuk mengkriminalisasi para aktivis dalam aksi 30 Oktober 2015. Padahal, kepolisianlah yang melakukan pembubaran dengan kekerasan dan pengrusakan pada unjuk rasa menolak PP Pengupahan. Sementara, buruh yang tanpa senjata tidak melakukan perlawanan sama sekali.

Micheal dari KPBI mengatakan "GBI menganggap kriminalisasi buruh sebagai upaya membungkam gerakan perlawanan terhadap liberalisasi ekonomi pemerintahan Joko Widodo."

"Serangan paket kebijakan yang menguntungkan pengusaha dan merugikan buruh terutama adalah PP Pengupahan no 78 tahun 2015. PP tersebut membatasi pertumbuhan upah buruh dan menghilangkan hak berunding buruh dalam menentukan upah. "

Micheal juga menambahkan "tidak hanya itu, kebijakan liberalisasi ekonomi lain yang memukul buruh Indonesia adalah kebijakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Kebijakan ini memberangus kebebasan buruh berorganisasi.Sebab, pemerintah hanya mengakui satu Forum Serikat Buruh/Pekerja dalam Dewan Pengupahan dan Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit di wilayah KEK." ungkap Micheal.

Sementara Kahar dari KSPI menyatakan "GBI menilai kebijakan KEK sangat bernuansa otoritarian karena akan memunculkan favoritisme pemerintah terhadap serikat buruh/pekerja tertentu dan menyingkirkan serikat buruh/pekerja yang kritis terhadap pemerintah dan pengusaha."

Kahar juga menjelaskan apa yang menjadi tuntutan GBI dalam unjuk rasa kali ini "GBI menuntut Kejaksaan untuk membatalkan berkas penyidikan Kepolisian Daerah Metro Jaya dengan mengeluarkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP)."

"Jika Tidak, GBI menilai kejaksaan mendukung munculkan peradilan sesat. GBI akan menunjukan pada publik melalui pengadilan tersebut bahwa tuntutan-tuntutan kejaksaan tidaklah logis dan penuh rekayasa." tegas Kahar.

GBI terdiri dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Andi Gani, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) dan terdiri dari beberapa Federasi Buruh (FSPASI, SBSI 92, FSUI, FGSBM). (AN)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top