Kades Kramat Diduga Melakukan Penyimpangan Dana Desa - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Kades Kramat Diduga Melakukan Penyimpangan Dana Desa

Hukum
kades kramat diduga melakukan penyimpangan dana desa
Lis Sugianto, Ketua LKPK (kiri)

MEGAPOLITANPOS.COM. TANGERANG- Dana desa yang digelontorkan pemerintah sedianya diperuntukan untuk membangun fasilitas desa demi meningkatkan kesejahteraan warga desa. Namun, pada pelaksanaannya banyak terjadi penyimpangan dalam penggunaan dana desa tersebut.

Desa Kramat, Pakuhaji, Tangerang adalah salah satu desa yang menjadi sorotan dimana kepala desa (kades) Kramat diduga melakukan penyimpangan dana desa tersebut.

Dugaan penyimpangan ini dipaparkan oleh Lis Sugianto, ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (LKPK) dalam siaran persnya pagi ini (8/7) di Tangerang.

Lis Sugianto mengatakan besaran anggaran dana desa selama 3 tahun dari 2017 sampai dengan pertengahan tahun 2019 sebesar Rp 2,2 milyar per tahun untuk Desa Kramat, namun dana tersebut hanya dipakai untuk membangun jalan konblok.

Dirinya menduga bahwa selama ini kades Kramat telah melakukan laporan fiktif atas penggunaan dana desa selama 3 tahun belakangan ini.

“indikasinya kuat dugaan data fiktif yang dibuat oleh oknum kepala desa untuk bisa mencairkan dana milyaran rupiah setiap tahun tetapi tidak di gunakan sebagaimana mestinya,” katanya.

Sementara itu Ahmad Hafid, Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tangerang menanggapi adabya dugaan penyimpangan terhadap penggunaan dana desa menyatakan bahwa pengawasan terhadap penggunaan dana desa memang lemah karena minimnya sumber daya manusia di desa desa.

“Kami minim soal pengawasan karena keterbatasan tenaga kerja. ” kata Ahmad Hafid setelah mendengarkan laporan LKPK.

Ahmad Hafid berjanji akan memanggil dan menertibkan Kepala Desa Kramat yang diduga telah melakukan penyimpangan.

Lis Sugianto juga menjelaskan bahwa seharusnya tindaklanjut yang dilakukan oleh kades adalah berkoordinasi dulu dengan Camat Pakuhaji, tapi kades malah mengajak LKPK untuk bertemu dan ditolak.

“Penolakan sudah kami laporkan ke pak Ahmad Hafid. Kami sampaikan bahwa kami akan meneruskan ke ranah hukum dengan melakukan langkah melaporkan kepada polisi atas dugaan penyimpangan di desa kramat Kecamatan Pakuhaji ini,” jelas Lis Sugianto.


Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top