Bocah ABG Dianiaya Di Sel Tahanan, Keluarga Desak Kapolsek Ciputat Dicopot - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Bocah ABG Dianiaya Di Sel Tahanan, Keluarga Desak Kapolsek Ciputat Dicopot

Hukum
bocah abg dianiaya di sel tahanan keluarga desak kapolsek ciputat dicopot
Aksi demo

MEGAPOLITANPOS.COM, Tangsel-Aksi Solidaritas yang berlangsung di depan gerbang Mapolres Tangerang Selatan. Senin (13/05/2019), sore, di jalan Promotor Serpong. Mereka menuntut untuk segera menindaklanjuti terkait adanya dugaan penganiayaan oleh sejumlah oknum polisi kepada AS (16) seorang pelajar yang ditangkap petugas usai terjadinya tawuran antar pelajar di Maruga, Ciputat Tangsel, beberapa hari lalu.

Rita Rosmalina (Ibu Korban) didampingi sejumlah aktivis dan mahasiswa dihadapan para petugas polisi yang berjaga menyampaikan beberapa tuntutan dan mengutarakan kekecewaan terhadap oknum polisi yang dinilai telah menciderai UU Nomor 11 tahum 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Sita menuturkan, bahwa AS mengalami penganiayaan keji oleh oknum polisi dan beberapa penghuni tahanan lainnya. Disebutkan ada kekerasan fisik yang dialami, hingga membuat tulang rusuk anaknya itu terasa retak.

"Waktu pertama saya besuk, kondisi anak saya benar-benar tertekan. Dia juga mengadu, kalau mengalami kekerasan fisik, ada luka-luka. Dia selalu memegangi tulang rusuknya, mungkin retak atau patah," katanya.

Bahkan kekerasan terhadap AS juga berlangsung saat menjalani penahanan di Mapolsek Ciputat. Di sana, ada dua orang penghuni tahanan lama yang memegangi kedua kaki dan tangannya, sedangkan satu tahanan lainnya mengarahkan tetesan plastik yang dibakar ke sekujur tubuh AS.

"Dia dipegangi dua orang, kakinya ditetesin plastik panas dan ada bekasnya, itu saya udah lengkap, ini ada buktinya. Jadi saya menuntut keadilan saja, saya sebagai ibu kandungnya. Kewajiban saya melindungi anak saya, apapun salah anak saya tetap harus diperlakukan manusiawi, sesuai aturan," jelasnya lagi.

AS dan 14 temannya tergolong masih berusia belasan yang terlibat tawuran dan diciduk polisi. Akibat tawuran itu menyebabkan seorang meninggal dunia akibat tusukan senjata tajam. Setelah proses penyidikan, dari 14 remaja hanya 5 orang yang pemeriksaannya berlanjut, termasuk AS.

Lebih lanjut dijelaskan pihak keluarga, sebenarnya penganiayaan atas AS itu telah dilaporkan kepada SPK Polsek Ciputat. Namun karena berbagai alasan, laporan tak dapat ditindaklanjuti. Hingga selanjutnya, ibu korban mengadu ke Mapolres Tangsel. Meskipun sempat diterima petugas, lagi-lagi laporan penganiayaan tak bisa diproses.

"Sudah lapor ke Polsek, tapi nggak bisa di sana. Terus lapor ke Polres, di sini diterima, tapi akhirnya nggak bisa diproses juga karena alasannya si korban (AS) harus datang langsung, sedangkan dia kan sudah ada di tahanan kejaksaan," keluh Sita.

Masih kata Sita, banyak prosedur yang sepertinya diabaikan petugas dalam menindaklanjuti kasus yang dialami anaknya. Yang paling mendasar adalah pihak orang tua tidak pernah menerima surat perintah penangkapan, surat perintah penahanan, serta Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

"Nggak ada surat-surat itu, padahal setahu kita itu wajib diberikan sesuai KUHAP, maka dari hal itu kami mendesak prilaku buruk akan kesewenangan oknum polisi dan sangat menciderai perundang-undangan, khususnya UU Nomor 11 tahum 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak." sambungnya.

Selain itu, Rijalu Jaman, koordinator aksi mengatakan, dengan kami membentuk aksi solidaritas ini, mendesak agar profesionalitas polisi ditegakkan. Kami meminta agar Kapolsek Ciputat selaku pimpinan dicopot, dan oknum polisi yang melakukan tindak penganiayaan itu diperiksa.

Sementara saat dikonfirmasi, Kapolres Tangsel AKBP Ferdy Irawan, mengatakan, jika pihaknya akan menindak lanjuti laporan itu. Namun begitu, tudingan soal penganiayaan harus dapat dibuktikan dan dilaporkan kepada Propam guna penyelidikan lebih lanjut.

"Akan kita cek," pungkas Ferdy. **(Jhn)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top