Seorang Anggota TNI Laporkan Warga Terkait Pengaduan Fitnah - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Seorang Anggota TNI Laporkan Warga Terkait Pengaduan Fitnah

Hukum
seorang anggota tni laporkan warga terkait pengaduan fitnah
Sidang keterangan saksi

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-Seorang anggota TNI yang bertugas di Kogar Tap 1/Jakarta Mayor Inf. Sucipto melaporkan seorang warga bernama Nurdin warga RW 11 Perumahan Taman Jaya Kelurahan Cipondoh Makmur Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang dengan laporan pengaduan fitnah.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, Senin (13/05 2019) Jaksa menghadirkan 8 saksi dari pihak terlapor dan pelapor.

Sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Sucipto dan JPU Jupri, sidang mendengarkan kesaksian dari para saksi. Yang memberikan kesaksian pertama adalah Sucipto sebagai saksi pelapor dan Sidik sebagai mantan Lurah Cipondoh Makmur.

Dari delapan saksi tersebut hadir jadi saksi Sidik yang merupakan mantan Lurah Cipondoh Makmur, keterangan saksi adalah membenarkan bahwa Sucipto merupakan Ketua RW 11 Kelurahan Cipondoh Makmur telah meminta rekomendasi kepada Kelurahan untuk menggunakan Fasos digunakan buat lapangan olahraga Futsal. "Sebagai aparat Pemerintah tingkat Kelurahan memberikan rekomendasi atas dasar permintaan warga, sebagai pelayanan kepada warga, itu juga setelah mendapat rekomendasi dari pihak pengebang, karena fasos belum di serahkan ke Pemerihtah," ungkap Sidik.

Mayor Inf. Sucipto menceritakan bahwa ia dilaporkan oleh terdakwa Nurdin ke atasannya, atas tuduhan yang tidak pernah ia lakukan," akibatnya kenaikan pangkat saya jadi tertunda," ujarnya.

Mayor Inf. Sucipto sendiri adalah Ketua RW 11 Kelurahan Cipondoh Makmur Kecamatan Cipondoh periode tahun 2016-2019, yang sebelumnya pada tahun 2010-2013 juga pernah menjabat sebagai RW, Nurdin yang sebagai terdakwa juga pernah menjabat sebagai Ketua RW 11 periode tahun 2013-2016.

Kemudian Mayor Inf. Sucipto menjelaskan pada tahun 2017 ia dilaporkan kekesatuannya, ada 5 hal yang dilaporkan yaitu ia dituduh mengancam memakai senjata api kepada warga yang juga ada kelompok suku tertentu yang membantu menakuti warga,"lalu dituduh menyerobot Fasum yang digunakan sebagai lapangan futsal, melakukan pengrusakan Pos RW, menutup drainase pakai beton, dan penutupan jalan," ucapnya.

Sucipto mengatakan atas semua laporan tidak benar oleh Nurdin kepada atasannya, pihak intern Kesatuannya sudah memberikan keterangan tidak terbukti jika ia melakukan semua yang dituduhkan oleh Nurdin.

Sucipto menuturkan tuduhan yang ditujukan kepadanya sepenuhnya tidak benar seperti melakukan pengancaman kepada warga adalah tidak benar,"saya oleh kesatuan tidak diperkenankan membawa senjata," jadi tuduhan itu tidak benar.

Kemudian mengenai pengrusakan Pos RW, menurutnya ada sebelum ada pembongkaran Pos RW, ada Ketua RT yang datang kepadanya untuk memperbaiki bangunan Pos RW,"Pos RW itu adalah pakai uang pribadi saya membangunnya, tiba-tiba saya lihat ada beberapa orang sedang melakukan pengrusakan Pos RW, daripada mereka yang merusak lebih baik saya saja yang merusak, karena itu pakai uang pribadi saya," ujarnya.

Mengenai portal yang dibuat menurut Sucipto adalah untuk mencegah masuknya mobil-mobil besar atau kontainer yang selama ini masuk kompleks Taman Jaya, karena banyaknya tempat usaha di kompleks tersebut,"saya ingin tidak terjadi kerusakan jalan karena mobil mobil besar tersebut," ujarnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengatakan terdakwa Nurdin dikenakan pasal dakwaan Pasal 317 KUHP yaitu tentang pengaduan fitnah dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun.(Jhn)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top