Peringati Hardiknas FOI Gandeng Y Waste Atasi Kelaparan Siswa di Sekolah - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Peringati Hardiknas FOI Gandeng Y Waste Atasi Kelaparan Siswa di Sekolah

Pendidikan
peringati hardiknas foi gandeng y waste atasi kelaparan siswa di sekolah
Y Waste dan Foodbank of Indonesia memberikan keterangan pers dalam rangka MOU

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta : Bertepatan dengan hari pendidikan nasional( Hardiknas) yang jatuh pada hari ini 2 Mei 2019, Foodbank of Indonesia melakukan kesepakatan kerjasama dengan PT Y Waste Maju Teknologi di EL Asador Kemang Jakarta. Kerjasama tersebut bertujuan dalam rangka memerangi kelaparan di Indonesia, khususnya untuk anak-anak sekolah. Selain itu juga bertujuan mendorong terciptanya keadilan pangan dan membangun kepedulian masyarakat mengenai kasus kelaparan yang ada di Indonesia.

Menurut Global Hunger Index (GHI) Indonesia menunjukkan skor indeks kelaparan Indonesia sebesar 22 persen, berada pada skala serius. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian 2016 dari Organisasi Pangan Dunia (FAO), diperkirakan sebanyak 19,4 juta penduduk Indonesia masih mengalami kelaparan.

Hal ini dialami pula oleh anak-anak sekolah yang menurut Sensus tahun 2010, bahwa 20 - 40% dari sekitar 66 juta anak-anak usia sekolah berangkat ke sekolah dalam keadaan lapar. Hal ini sangat berdampak pada penurunan tingkat konsentrasi anak dalam menyerap pelajaran bila tidak ada asupan energi dalam tubuh. Tak terpenuhinya asupan energi dari sarapan disebabkan oleh tidak tersedianya makanan untuk mereka sarapan.

Pendiri Foodbank of Indonesia,M Hendro Utomo mengatakan Observasi yang dilakukan FOI diwilayah Jakarta dan Banten, setidaknya mengungkap fakta sekitar 40- 50% anak-anak pergi kesekolah dengan perut lapar sehingga mengganggu konsentrasi belajar serta proses belajar mengajar.

“ Kerjasama ini bertujuan untuk menggalang makanan dari hotel, restoran dan kafe melalui tehnologi berbasis aplikasi yang segera akan diluncurkan tahun ini. Aplikasi ini akan menjadi aplikasi donor makanan yang pertama diIndonesia dan diharapkan dapat menjadi solusi mengatasi persoalan kelaparan di sekolah,” ujar Hendro.

Hendro mengatakan,tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diwilayah Jakarta dan Banten mencapai 40-50%. “ Perut yang lapar dapat mengakibatkan menurunnya konsentrasi siswa saat belajar,sulit menerima pelajaran dengan baik, dan menimbulkan rasa malas, lemas, lesu, lebih emosional, gelisah, dan anemia, “tukasnya.

Y waste dan Food bank of Indonesia (FOI) memahami tantangan kebutuhan anak-anak yang mengalami kekurangan ini. Perkembangan teknologi digital dan program pangan FOI Mentari Bangsaku mendorong terjalinnya kolaborasi untuk mengelola makanan yang berlebih untuk di sebarkan pada anak-anak yang membutuhkan.

Menurut Hendro, Hendro, data yang dikutip dari The Global Food Banking Network (GFN) juga menunjukkan ada1,3 juta ton makanan jadi terbuang percuma setiap tahunnya.

“ Indonesia bahkan tercatat sebagai salah satu dari lima besar negara di dunia dengan jumlah sampah makanan yang terbuang percuma. Potensi inilah yang mendasari kerjasama FOI & YWaste yaitu dengan menghubungkan pihak yang memiliki kelebihan pangan dan pihak yang membutuhkan pangan,” paparnya.

Dijelaskannya, Kolaborasi Ywaste dan FOI bergerak untuk menjadikan makanan berlebih sebagai bahan pangan yang bermanfaat bagi anak-anak yang kekurangan pangan. Makanan berlebihan dari berbagai sumber seperti hotel, restoran dan kafe ini bisa lebih mudah disalurkan dengan peluncuran aplikasi Ywaste Indonesia.

“ caranya antara lain, makanan yang berlebih disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu 5 derajat, lalu dapat dimasak kembali dan disalurkan kepada yang membutuhkan,” kata dia.

Pada saat yang sama, Ian Price, founder Y Waste Australia mengatakan bahwa aplikasi ini telah berjalan dengan baik di Australia dan berharap dapat menjadi aplikasi solusi di Indonesia. Pemilihan FOI sebagai mitra YWaste tak lepas dari pengalaman FOI sebagai bank makanan yang telah beroperasi lebih dari 4 tahun dan memiliki lebih dari 500 relawan di 17 titik wilayah operasi.

"Aplikasi ini diluncurkan dengan harapan bisa mengurangi makanan terbuang hingga 40% dan dapat membantu dunia usaha bidang pangan untuk lebih bijak mengelola leftoverfood (makanan berlebih yang berpotensi terbuang ) untuk membantu banyak orang, ”jelas Ian.

President Director YWaste Indonesia Esti Puji Lestari menambahkan, selain dapat lebih cepat mendapatkan donor makanan, menurut Esti aplikasi ini memudahkan pendataan makanan yang akan disumbangkan, mendata jadwal pengambilan donasi makanan, dan mempermudah FOI untuk menyalurkan makanan tersebut keberbagai titik operasi.

“ Upaya untuk meraih keadilan pangan bagi anak-anak yang kelaparan seperti ini memerlukan kerjasama antara berbagaipihak. Baik dari pemerintah, lembaga masyarakat ,dunia usaha, media, dan akademisi,” kata Esti yang juga pemilik klub sepakbola Persijap Jepara.

Sementara itu Kepala Sekolah SDN 11 Gandaria Jakarta, Sukimi dalam kesempatan tersebut menuturkan, permasalahan kurangnya perhatian dari orang tua, seperti memberikan suatu bekal (sarapan) sebelum anaknya berangkat kesekolah adalah masalah mendasar dari menurunnya prestasi siswa disekolah.

“ Para orang tua murid, cenderung hanya memberikan uang saku untuk jajan disekolah, oleh karena itu kami sering melakukan himbauan kepada para orang tua untuk memberikan sarapan sebelum anaknya berangkat sekolah, dan kami juga berusaha agar menghadirkan menu makanan sehat di kantin sekolah,” ujar Sukemi.**** A73X

Author

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top