Dinkes Temukan Makanan Kadaluarsa Dan Jajanan Menggunakan Pewarna Tekstil. - Megapolitan Pos Online | Jembatan Informasi Masyarakat

Dinkes Temukan Makanan Kadaluarsa Dan Jajanan Menggunakan Pewarna Tekstil.

Berita Daerah
dinkes temukan makanan kadaluarsa dan jajanan menggunakan pewarna tekstil
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam dan staff beserta Barang bukti makanan dan minuman kemasan kadaluarsa dan jajanan menggunakan pewarna tekstil.

MEGAPOLITANPOS.COM: Pagaralam-Masyarakat Kota Pagaralam, terutama kalangan pelajar harus lebih selektif dalam memilih jajanan untuk dikonsumsi. Pasalnya Dinas Kesehatan Kota Pagaralam, Sumatera Selatan masih menemukan sejumlah zat berbahaya pada beberapa jajanan tradisional di sejumlah sekolah dan warung tradisional.

Selain zat kimia berbahaya sebagai pewarna tekstil yakni Rhodamin b dan methanyl yellow dengan ciri warnanya tajam dan menarik, pihak Dinkes melalui bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber daya kesehatan (Yankes dan SBK) juga menemukan makanan dan minuman dalam kemasan yang telah habis masa berlakunya atau kadaluarsa tetapi masih diperjual belikan.

" Kami menemukan jajanan jenis kembang gula, selai roti nanas dan strawberry yang menggunakan pewarna kimiawi serta mie instant, biskuit juga minuman dalam kemasan yang kadaluarsa," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagaralam Desi Elviani, saat dibincangi awak media diruang kerjanya, Selasa (9/4).

Dinas Kesehatan bersama Disperindagkop didampingi satpol PP dan aparat kepolisian menemukan makanan dalam kemasan kadaluarsa dan bahan pewarna tersebut saat melakukan pemeriksaan dan mengetes secara langsung pada kegiatan monitoring rutin dalam seminggu terakhir sebagai bentuk pembinaan kepada para pedagang dan pelaku industri rumahan dibeberapa tempat, seperti pedagang jajanan di SMPN 1, SDIT Al Azhar, warung tradisional dan industri rumah tangga.

" Sifatnya masih pembinaan, sehingga makanan yang kita temukan menggunakan bahan berbahaya dari pedagang kecil kita beli dan kita ingatkan untuk tidak mengulanginya. Sedangkan yang sudah kadaluarsa langsung kita minta untuk ditarik. Harus rutin dimonitoring jangan sampai terlewat masa kadaluarsa namun masih dipajang dan diperjual belikan,” ujar Kepala Dinkes.

Masih menurutnya, ada empat zat berbahaya yang sering digunakan pada makanan yang diproduksi oleh industri rumah tangga, yakni formalin, borax, Rhodamin b dan pewarna methanyl yellow seperti pada tahu, mie basah, ikan asin, jajanan berwarna cerah yang apabila terkonsumsi secara akumulatif akan dapat mengakibatkan kerusakan organ hati, ginjal dan memicu kanker. Untuk itu, pihaknya akan secara rutin melakukan monitoring dan pembinaan terhadap para pedagang dan pelaku industri kecil, bekerjasama dengan Badan POM Sumatera Selatan. Bagi yang membandel akan diberikan tindakkan tegas.

" Tetap kita ingatkan untuk tidak menggunakan zat kimia berbahaya pada makanan, alhamdullilah untuk mie basah dan tahu di Kota Pagaralam tidak ditemukan lagi yang menggunakan zat tersebut. Bagi pedagang lain yang masih kedapatan menggunakannya diberikan toleransi, namun jika terus membandel kita akan berikan tindakkan tegas sesuai aturan yang berlaku," tambah Desi.

Pelanggaran secara serius terhadap makanan dapat dikenakan sanksi pidana sesuai Undang-undang Pangan RI Nomor 7 Tahun 1996, tentang Pangan Tercemar. (JF)

Author

Berita Terkait

MEGAPOLITANPOS.com adalah Media Online yang melayani informasi dan berita dengan lugas, kritis, dan mencerahkan sekaligus mencerdaskan bagi pembaca dengan data dan fakta berita. Media yang menyajikan berita-berita nasional, politik, hukum, sosial budaya, ekonomi bisnis, olahraga, iptek, gaya hidup, hobi, profil, dan lain sebagainya akan menjadi suguhan menarik, melegakan kehausan akan cinta dunia informasi terkini yang menginspirasi, memberikan inovasi sekaligus sarana aspirasi…

Back to Top