Gedung DPRD Rontok, Sri Untari : Pembangunan hendaknya Berpedoman Letak Geografi Dan Demografi

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Belum lepas dari ingatan warga Blitar, ketika terjadi gempa bumi berkekuatan 6,1 Skala Righter, peristiwa yang terjadi pada Sabtu (10/04/21), ratusan rumah hancur dan dua bangunan monumental rontok akibat gempa, gedung wakil rakyat termasuk yang mengalami kerusakan yang paling parah dibanding bagunan kantor Pemkab Blitar di Kecamatan Kanigoro.

Akibat bencana ini pada Rabu sore (21/04/21) bertepatan peringatan hari Kartini rombongan DPRD Jawa Timur melakukan kunjungan kerja melihat dari dekat kondisi lapangan pasca gempa di Kabupaten Blitar, diantaranya Guntur Wahono, Sri Untari, Erma Susanti didampingi Pengurus DPC PDI Kabupaten Blitar.

Sri Untari Bisowarno ditemui wartawan usai acara penyerahan bantuan di balai desa Umbul Damar Rabu sore (21/04/21), saat wawancara ditanya soal kerusakan gedung DPRD Kabupaten Blitar, Untari sapaan akrab Sri Untari Bisowarno ini mengatakan,” Kenapa gedung DPRD bisa rontok mungkin banyak dosa ya ?,” ujarnya.

Entah itu bahasa sindiran politik atau kelakar sang politisi PDI P, usai berucapun Sri Untari melepas tawa lebar seolah tanpa beban, dan tanpa disadari sore itu tak jauh disebelah kanan ada mantan ketua DPRD era tahun 2013 yakni Guntur Wahono yang sekarang duduk di komisi 4 DPRD Provinsi Jawa Timur. Guntur yang secara otomatis memahami itu spontan menjawab “saya tidak tahu karena bukan saya yang mengerjakan,” sahut Guntur.

Sri Untari yang juga sekertaris DPD Provinsi Jawa Timur juga menyampaikan filosofi jawa kuno, pembangunan hendaknya berpedoman dengan letak geografi dan demografinya agar bangunan aman misal rumah separo tembok separohnya sesek bambu, mengingat Indonesia termasuk daerah dua titik Ring off fier ( zona cincin api, banyak gunung berapi di Indonesia terbentuk dalam zona subduksi lempeng Eurasia dan lempeng Indo-Australia. Red) Ring of Fire (Cincin Api) adalah zona dimana terdapat banyak aktifitas seismik yang terdiri dari busur vulkanik dan parit-parit (palung) di dasar laut.

” Kita tidak pernah bisa menciptakan itu, karena Indonesia berada di 2 titik temu Ring Off Fier, maka kita akan selalu ada gempa, hendaknya masyarakat termitigasi membuat rumah sesuai kondisi alam,” pungkasnya(za/mp)

Leave a Comment