MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha meminta pemerintah serta institusi keamanan negara segera mengambil tindakan tegas dan menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua sebagai pelaku terorisme.

“Kekerasan yang dilakukan Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua beberapa hari lalu perlu direspon tegas oleh TNI-Polri,” kata Syaifullah kepada wartawan, Minggu (18/04/2021).

Menurutnya, aksi teror dan kekerasan KKB yang tidak segan-segan untuk membunuh dan memperkosa masyarakat ini merupakan fenomena aksi teror baru yang meresahkan masyarakat, khususnya bagi masyarakat Papua.

“Saya berharap pihak kepolisian segera menindak tegas aksi tersebut dan menetapkan bahwa organisasi KKB sebagai pelaku terorisme sebagaimana diatur oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme,” lugasnya.

Syaifullah menjelaskan, dalam UU 5/2018 tersebut sudah jelas disebutkan bahwa definisi terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, menimbulkan korban yang bersifat massal dengan motif ideologi, politik atau gangguan keamanan.

“Sehingga aksi teror KKB yang tidak berperikemanusiaan tersebut telah termasuk dalam definisi terorisme tersebut,” tegasnya.

Dalam menentukan sebuah kelompok masuk dalam kategori teroris atau tidak, lanjut Syaifullah, pemerintah jangan sampai terjebak dengan aksi motif ideologi pada kelompok radikal atas agama saja.

“Melainkan menindaknya dengan pemahaman yang utuh terhadap definisi terorisme sebagaimana yang disebutkan pada UU 5/2018. Apalagi UU tersebut telah memberikan amanah kepada TNI untuk terlibat dalam pemberantasan tindak pidana terorisme tersebut,” lugas Syaifullah.

Ketua DPP PPP ini juga meminta Polri dan TNI menindak kelompok teroris KKB tanpa kompromi. Karena KKB dalam melakukan aksinya dengan pola menyebar teror kepada warga, bahkan alat negara.

“Bahkan TNI sudah saatnya untuk memperkuat pasukan dengan menambah jumlah personel untuk menumpas KKB yang sangat meresahkan masyarakat tersebut,” tandasnya.

Seperti diketahui, KKB Papua kembali berulah pada Sabtu (17/4/2021), mereka membakar rumah kepala suku dan berbagai fasilitas pendidikan yang ada di kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Pembakaran itu menghanguskan rumah warga lokal yang juga kepala suku Ener Tinal, dan perumahan guru.(Anton)