Sindikat Narkoba Jenis Riklona Clonazepam, Diringkus Aparat Polresta Blitar

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Kembali Jaringan Pengedar Barang haram narkoba jenis baru digelandang Unit Sareskoba Polres Blitar Kota, jaring pengedar Psikotropika jenis pil Riklona Clonazepam yang sering digunakan oleh kalangan selebritis, ternyata juga sedah merambah wilayah hukum Polresta Blitar.

Disampaikan Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, jenis barang setan yang satu ini memiliki efek yang sangat besar ketimbang sabu – sabu.

Sementara itu Kasat Narkoba Polresta Blitar Iptu Suryadi juga menyampaikan, kasus psikotropika jenis pil Riklona Clonazepam ini pertama kali ditemukan dalam operasi pekat Jajaran wilayah hukum Resta Blitar.

“Hasil penangkapan anggota ini tergolong baru dan mahal, sama dengan yang digunakan artis dan selebritis di ibu kota,” ujarnya. (07/10/20).

Lebih lanjut dijelaskan Iptu Suryadi kronologis terungkapnya kasus tersebut berawal dari tertangkapnya tersangka inisial HJ alias Kempros (31) warga Desa Krandang, Kecamatan Keras, Kabupaten Kediri pada 27 September 202 lalu.

“Itu terungkap saat tersangka mengalami kecelakaan lalulintas di timur perempatan desa Poluhan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, dari tangan HJ ditemukan barang bukti 3 poket sabu dan 2 poket ganja,” jelasnya.

Dalam proses penyidikan tersangka HJ mengaku kepada penyidik, barang haram itu didapat dari SG alias Samson,(34) warga Desa Pinggir Sari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung.

” Dari keterangan tersangka, maka Petugas langsung melakukan pengintaian dan menggerebek dan menangkap tersangka SG, tersangka ini dipasok Malindut penghuni Lapas Kediri,” ungkap Iptu Suryadi.

Dari tangan kedua tersangka HJ dan SG ini, petugas menyita barang bukti 1,9 gram sabu dan 5,49 gram ganja kering dan 13 butir pil Riklana Clonazepam. Karena psikotropika baru dan efeknya melebihi sabu, polisi terus mendalami peredaran pil yang per strip 10 butir mencapai ratusan ribu rupiah ini. Hingga polisi berhasil meringkus pengedarnya yaitu MF alias Bahak (24) warga Desa Butuh, Kecamatan Keras, Kabupaten Kediri.

“Dari tangan tersangka MF diamankan 200 butir atau 20 strip pil Riklona Clonazepam, yang disembunyikan di kandang kambing belakang rumahnya,” paparnya.

Tersangka MF mengaku hanya sebagai kurir atau mengantar pil tersebut kepada pembeli, sedangkan barangnya dikirim oleh Malindun yang kini menjalani hukuman di Lapas Kediri. “Awalnya tersangka MF dipasok 30 strip oleh Malindun, namun sudah terjual 9 strip dan 1 strip dibeli tersangka HJ,” terang Iptu Suryadi.

Tersangka MF alias Bahak merupakan residivis kasus pil Double L divonis 2 tahun penjara di Kediri, serta bebas Juli 2019 ini mengaku hanya sebagai kurir dengan imbalan Rp 60.000 tiap strip nya. “Saya hanya disuruh mengantar barangnya yang dikirim lewat paket, biasanya dijual per strip nya Rp 250.000 – Rp 300.000,” kata MF pada polisi.

Ditanya apakah juga memakai pil Riklona Clonazepam, MF mengaku pernah dan efeknya lebih keras dari pada sabu imbuh pria yang mengaku kerja serabutan ini.

Sementara itu dalam rilis pengungkapan kasus narkoba selama 2 pekan ini, total ada 5 kasus dengan 7 tersangka untuk 3 jenis kasus yaitu kasus narkotika jenis sabu dna ganja 5 orang tersangka, kasus Okerbaya pil Double L 1 tersangka dan psikotropika pil Riklona Clonazepam 1 tersangka. Sedangkan barang bukti yang diamankan, narkotika sabu seberat 3,18 gram dan ganja 5,49 gram, pil Double L sebanyak 966 butir dan pil Riklona Clonazepam 213 butir atau 21 strip. Serta hanphone sebanyak 6 buah, yang digunakan bertransaksi dan uang tunai hasil penjualan pil Double L Rp 50.000.

Ditambahkan Iptu Suryadi tersangka
pengedar pil Riklona Clonazepam dijerat Pasal Pasal 12 ayat(2) sesuai dengan Pasal 60 ayat (1) huruf (b) dan ayat (2) UU RI No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Kemudian tersangka pengedar pil Double L dijerat Pasal 197 sebagaimana dimaksud pasal 106 ayat (1) dan/atau pasal 196 sebagaimana dimaksud pasal 98 ayat (2) dan (3) UU RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan.ZA